SOLOK SELATAN – Warga Solok Selatan (Solsel) yang terdampak bencana gempa masih trauma untuk kembali ke rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.
Hingga kini, mereka lebih memilih tinggal di tenda darurat yang didirikan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
“Warga saat ini masih mengalami trauma dan lebih memilih tinggal di tenda pengungsian,” kata Walinagari Sungai Kunyit, Kecamatan SBJ, Rusnijal, dilansir Hariansinggalang.
Kepala Dinas Kesehatan Solsel, Novirman menyampaikan berdasarkan hasil rapat yang dilakukan Pemkab Solsel, jika Posko media center dan posko BPBD diputuskan di kantor camat SBJ selama masa tanggap darurat 14 hari kedepan sampai dengan 13 maret 2019.
“Ditetapkan dalam rapat hari ini bersama Wakil Bupati, Abdul Rahman,” katanya.
Kemudian, semua pasien terdampak gempa yang berobat ke sarana kesehatan di semua Puskesmas dan RSUD tanpa kerkecuali digratiskan.





