Tanah Retak di Belasan Desa di Ponorogo Semakin Melebar

Longsor di DusunTangkil, Desa Banaran, Kab. Ponorogo pada tahun 2017 (tempo)

PONOROGO – Hujan terus mengguyur wilayah Ponorogo dan bencana tanah retak kembali menghantui beberapa warga desa di Ponorogo, setelah beberapa waktu lalu sempat dilanda longsor di Desa Banaran.

Kali ini tanah retak menganca  warga di Desa Bekiring, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Desa Tugurejo, Desa Senepo, Kecamatan Slahung, Desa Dayakan, Desa Watuagung, Kecamatan Badegan, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Beberapa Desa di Kecamatan Ngrayun.

Kabid Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Ponorogo, Setyo Budiono mengatakan jika tanah retak di belasan desa tersebut sudah ada pada 2016.

Namun, retakan di desa-desa tersebut bertambah panjang. Dia mencontohkan di Desa Senepo, Kecamatan Slahung, semula lebar retakan hanya 1 meter, sekarang bertambah menjadi 1 meter lebih 30 sentimeter.

Dia meminta warga waspada, dan  melalui perangkat desa menyarankan jika memang membahayakan untuk segera mengungsi.

“Saya memang menyarankan untuk mengungsi. Seperti di Talun Ngebel ataupun di lokasi lain. Biar tidak menimbulkan korban,” pungkasnya, dikutip beritajatim.

Advertisement