NEW YORK – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengajukan pertukaran tahanan pada AS setelah AS mengumumkan akan memberikan sanksi pada negara-negara yang membeli minyak pada Iran tanpa pengecualian.
“Kami yakin Iran akan terus menjual minyak. Kami akan terus mencari pembeli minyak dan akan terus menggunakan Selat Hormuz sebagai jalur aman untuk penjualan minyak kami,” kata Zarif di New York.
“Jika AS mengambil langkah sinting untuk menghalangi kami melakukan itu, maka mereka harus siap dengan konsekuensinya,” ujar Zarif, dilansir Reuters, Kamis (25/4/2019).
Zarif menyatakan ancaman AS hanya akal-akalan Trump dan penasihat keamanannya, John Bolton, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menggulingkan rezim berkuasa saat ini.
Zarif menawarkan jalan tengah supaya AS tidak menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang membeli minyak dari mereka. Dia menyatakan Iran siap melakukan pertukaran tahanan, yakni seorang relawan keturunan Inggris-Iran, Nazanin Zaghari-Ratcliffe, yang sudah ditahan sejak tiga tahun lalu.
Zarif meminta jika Nazanin dibebaskan, maka dia mensyaratkan seorang warga Iran yang ditahan di Australia atas permintaan AS hingga melahirkan di penjara juga dilepaskan.





