KEBUMEN – Banjir bandang menerjang permukiman warga Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen Kebumen, Senin (17/4/2017) akibat jebolnya tanggul Saluran Induk Wadaslintang Barat (SIWB).
Sedikitnya empat rumah warga hanyut dan belasan rumah lainnya mengalami kerusakan. Sebanyak tujuh motor, kolam ikan, juga ikut hanyut terbawa banjir.
Dilansir Suara Merdeka, tanggul saluran irigasi yang berasal dari Waduk Wadaslintang setinggi 10 meter itu jebol seluas 5 meter. Hal itu membuat air menerjang belasan rumah warga yang berada tepat di bawah tanggul.
Ada pun rumah yang hancur dan hanyut yaitu rumah milik Sandiarjo (65), Sarimo (65), Tarmidi (70), dan Sodiran (48). Sedangkan belasan rumah lainnya di RT 05 RW 07 mengalami rusak berat dan tergenang air.
“Tanggul saluran irigasi itu sudah lama terlihat retak. Namun tidak ada upaya perbaikan dari pihak terkait. Hingga akhirnya, Senin pagi tanggul jebol,” ujar Mafudin, warga korban tanggul jebol.
Warga dibantu aparat kepolisian, TNI, relawan, Satpol PP, tim SAR, saling bahu membahu membantu evakuasi harta benda milik warga yang hanyut terbawa derasnya air.
Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad, sempat meninjau lokasi banjir bandang. Bupati yang didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Eko Widianto menyampaikan rasa prihatin. Pihaknya mengimbau agar warga terdampak bencana jebolnya Saluran Induk Wadaslintang untuk mencari tempat yang lebih aman.
“Dari hasil assesment kebutuhan mendesak bagi korban banjir adalah baju anak, baju dewasa, makanan dan minuman dan selimut,” ujar Tim Assesment Pusdalop BPBD Kebumen, Sugeng Hariadi, sembari menyebutkan untuk aliran air dari Waduk Wadaslintang dihentikan sementara waktu.





