
MUGLA – Seorang petugas polisi Turki tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan seorang anak migran yang berjuang untuk hidup setelah kapalnya terbalik di Laut Aegea di lepas pantai Mugla, Turki.
Sedikitnya dua anak tewas setelah sebuah kapal yang membawa 34 migran ilegal tenggelam Senin pagi di lepas pantai Bodrum, kata seorang penjaga pantai Turki.
Ela, kapal yang membawa 34 migran ilegal, tenggelam pada pukul 5.47 pagi waktu setempat.
Petugas Polisi Harun Kilicoglu tiba di tempat kejadian setelah panggilan darurat dan menyelamatkan gadis 7 tahun itu.
Dia bergegas membawanya ke ambulans yang diparkir sejauh 100 meter.
Paramedis memberinya pijatan jantung sementara Kilicoglu terlihat emosional saat menyaksikannya.
Gadis kecil tersebut dinyatakan meninggal di rumah sakit.
Kilicoglu mengatakan kepada Anadolu Agency, “Harapan mengisi hati saya ketika petugas medis mengatakan bahwa anak itu dapat diselamatkan. Saya sangat senang ketika mendengarnya. Saya berharap dia masih hidup. Saya berharap bisa memegang tangannya besok.”
“Saya merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan seorang ayah ketika dia membawa anaknya. Saya sendiri memiliki dua anak. Pertama, saya memikirkan anak-anak saya. Kemudian saya berpikir tentang anak-anak di sekitar saya. Saya hanya berpikir untuk menyelamatkan hidupnya, saya tidak memikirkan hal lain,” tambah dia.
“Saya bangga dengan suami saya. Kita semua memiliki anak. Tidak peduli apa agama, bahasa dan ras mereka, adalah tugas kita untuk membantu mereka ketika dibutuhkan,” ujar istri sekaligus rekannya, Gonul Kilicoglu.
Turki telah menjadi rute utama bagi migran gelap yang mencoba menyeberang ke Eropa, terutama sejak 2011 ketika perang sipil Suriah dimulai. – Anadolu Agency




