Secara bahasa dakwah memiliki arti ajakan, seruan, himbauan dan seterusnya. Sedangkan secara Istilah menurut syeikh ali Mahfudz dalam kitabnya hidayatul mursyidin, dakwah memiliki arti mengajak manusia melaksanakan amal kebaikan sesuai petunjuk Allah dengan tujuan memperoleh bahagia dunia dan akhirat.
Bagi seorang dai biasanya bersemangat saat jumlah jamaahnya banyak berkobar dan membara saat berceramah. Namun menjadi tantangan tersendiri bagi dai saat berceramah di negara muslim yang minoritas terutama di negara eropa seperti negara Perancis.
Kalau di Indonesia saat ada pengajian atau kajian jumlahnya pasti yang hadir cukup banyak. Tentunya tantangan betdakwah di Paris itu berbeda, jamaah di perancis memang sangat unik, untuk mengumpulkan jamaah yang banyak hanya waktu tertentu saja seperti berbuka puasa dan khutbah jumat. Jumlah jamaah yang banyak amatlah sulit dilakukan saat mengadakan kajian dalam sebuah mt arraudhah Paris.
Setidak2nya ada tantangan dalam berdakwah walaupun jamaahnya satu seorang dai harus siap dan ikhlas menyampaikannya. Setidak2nya Muhammad Zen merasa bersyukur dan senang karena saat menyampaikanbtausuahnya ada perkembangan jumlah jamaah.
Hari pertama kajian jum’at tanggal 10 mei 2019 kajian mt arraudah di adakan di aula KBRI paris yang hadir satu orang yaitu ibu Retno. Ibu ini semangat belajar luar biasa beliau tidak hanya ikut kajian di mt arraudah namun beliau juga sampai ikut kajian di Nation Paris di rumah Ibu Ledya. Hari kedua yaitu sabtu 11 miei 2019 kajian mt arraudah paris diadakan di rumah ibu retno istri seorang technokrat. Alhamdulillah yang hadir jumlahnya lebih banyak dibanding sebelumnya yaitu menjadi tiga jamaah. Bertambah jamaah yaitu pak Andang dan ibu Ida.
Namun, yang menjadi catatan tersendiri dalam berdakwah waktu yaitu tantangan dan kendala bagi Dai Ambassador Perancis saat bedakwah berhadapan langsung dengan jamaah yang keilmuannya sangat memadai. Ada seorang technokrat yang keilmuannya luar biasa kami menyapanya dengan pak andang. Demikian halnya ibu Ida ini pejabat tinggi di Paris yang memiliki pengetahuan luas dan jaringan islam dan keparisan yang sangat luar biasa. Bahkan ibu Ida ini termasuk pengurus salah satu philantropy yang ada di Paris.
Dai ternyata tidak harus menyampaikan materi ceramahnya, namun putra bekasi ini yang diamanahkan menjadi dai ambassador corp dompet dhuafa Perancis banyak juga belajar tentang perkembangan islam di Perancis. Menurut ibu Ida penngerak NGO philantropy perkembangan islam cukup pesat di Perancis, tercatat kurang lebih pemeluk Agama Islam terbanyak ke 2 di negara ini. Kurang lebih ada sejumlah 6 juta muslim dan memiliki 2000 mesjid. Perkembangan lainnya dapat dilihat dar berbagai sisi perkembangan umat islam, jumlah masjid, angka kemiskinan, dan terlaksananya nilai Islam baik dalam hal pinjam meminjam tanpa bunga, setelah kami telusuri inilah akad yang namanya qard alhasan, bahkan ada kebiasaan masyarakat dalam perkebunan yaitu sistem paron atau paroan. Setelah kami telusuri ini adalah kajian ekonomi islam tentang bagi hasil atau mudarabah, ada kajian muzaraah, mukhabarah dan musaqah. Menurut ibu Ida sekarang ini ada trend di masyarakat paris mereka mengkonsumsi bahkan mencari obat herbal habbatussauda’.
Demikian halnya ketika dalam ajaran Islam ada pelarangan mengkonsumsi daging babi ternyata banyak penelitian ahli perancis yang menjelaskan bahaya atau mudharatnya jika makan daging babi, sehingga warga perancis pun yang agama bukan islam mereka mencari makanan yang halal karena menjadi sehat. Demikian halnya perkembangan bank syariah menurut bu ida… sangat pesat.
Mengapa demikian, menurut pak Andang karena sdh banyak warga perancis yang masuk ke dalam senator sehingga dapat menjadi warna tersendiri dari Islam wasati/rahmatan lilalamin. Justru bagi warga muslim Perancis adalah tantangan sikap sekelompok tertentu yang mengatas namakan islam yang sebetulnya bukan warga perancis melakukan tindakan kekerasan atau tindakan yang dapat mencoreng ajaran Islam.
Mulyanya ajaran Islampun mengajarkan akhlak seorang murid kepada guru, akhlak bertetangga bahkan ajaran islam juga mengajarkan umatnya untuk memperhatikan kesejahteraan bagi yang tidak punya. Hal ini senada dengan kebijakan pemerintah perancis yang memperhatikan kesejahteraan warga miskin yang alokasi dananya bersumber dari pajak. Sehingga, dengan sendirinya Islam berkembang di Paris cukup pesat meningkat. Itulah pelajaran yang didapati oleh muhamnad Zen saat berdakwah di Negara Perancis.
Paris, 11 Mei 2019
*) Muhammad Zen
Dai Ambassador Corp Dompet Dhuafa Perancis dan Dosen FIDIKOM UIN syarif Hidayatullah Jakarta





