Tantangan Utama Indonesia Berantas TB

Diskusi penanggulangan TB, di Indonesia. Rabu (8/3/2017). Foto: Jun Aditya/KBK

JAKARTA (KBK) – Tidak semua orang menyadari bahwa penyakit menular tuberkulosis (TB) tengah mengancam Indonesia. Namun dalam hal ini pemerintah kerap kewalahan guna mengatasi penyakit tersebut.

“Penanganan masalah TB ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi semua pihak,” ucap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam acara diskusi bertema “Rekomendasi Koalisi Penanggulangan TB di Indonesia” di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Dalam acara tersebut juga hadir Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) Arifin Panigoro selaku salah satu inisiator koalisi berantas TB. Dalam diakusi tersebut dikemukanan bahwa tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah rendahnya angka penemuan kasus (32 persen) atau sekitar 680 ribu kasus yang tidak ditemukan setiap tahun dari 1 juta kasus yang seharusnya ditemukan.

Selain itu faktor lainnya ialah ketidakmampuan dalam pengobatan dan pelayanan yang berkualitas juga menyebabkan pengobatan intensif berjalan lama. Saat ini Indonesiad masuk dalam urutan 12 dari 28 negara dengan beban TB Resistan Obat (TB-RO).

Diharapkan semua pihak diluar pemerintah peduli terhadap penyebaran TB seperti swasta (multi stakgolders), masyarakat madani (lembaga swadaya masyarakat) dan layanan kesehatan.

“Islam sebagai agama Rahmatan lil Alamin tidak boleh diam. Islam harua ikut hadir dalam mewujudkan umat yang sehat. Karena hal ini sesuai dengan maksud dan hikmah diturunkannya islam yaotu mengasihi hidup manusia dengan etika dan akhlak mulia,” tutur Said.

Advertisement