Target Zero Accident TNI AU

sepasang pesawat latih T50i Golden Eagle TNI AU

JANJI KSAU baru Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menerapkan sistem perencanaan dan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alusista) secara transparan, akuntabel dan sesuai prinsip keuangan ditunggu langkah kongkretnya.

Marsekal Hadi Tjahjanto diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (18/1) , menggantikan Marsekal Agus Supriatna yang memasuki usia pensiun.

Apa yang disampaikan Hadi cukup beralasan mengingat sudah menjadi rahasia umum selama ini, dengan alasan rahasia  karena menyangkut kekuatan militer,  pengadaan alutsista termasuk pesawat udara, dilakukan secara tertutup.

Setiap terjadi kecelakaan pesawat, publik juga tidak pernah mendapatkan  kejelasan, apa penyebab pastinya. Selain pesawat militer tidak dilengkapi “black box” atau kotak hitam, investigasi biasanya juga cukup dilakukan secara internal.

Musibah kecelakaan pesawat milik TNI AU yang menelan korban jiwa, tidak hanya terjadi pada pesawat-pesawat tua, walaupun setua apapun suatu pesawat, jika dinyatakan layak terbang, mestinya aman diterbangkan.

Musibah yang terjadi pada pesawat-pesawat TNI AU yang relatif baru diproduksi dan dibeli terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini.

Kecelakaan fatal pesawat TNI AU yang merenggut korban jiwa terjadi sejak 1985 pada lima  pesawat angkut Hercules TNI AU yang relatif berusia tua.

Salah satu dari empat pesawat Hercules C 130 HS pemberian atau hibah dari AU Australia (RAAF) jatuh di Wamena pada 18 Desember 2016 , menewaskan 12 awak dan seorang perwira TNI AD.

Empat kecelakaan Hercules TNI AU lainnya. Menabrak gunung Sibayak, Sumut (21 Nov. ’85), kemudian jatuh  di kawasan Condet, Jakarta Timur saat mengangkut pasukan seusai parade HUT TNI pada 5 Okt. ’91, di kawasan permukiman di Magetan (20 Mei ‘98) dan di tengah kota Medan pada 30 Juni 2015.

Sejak  2015, tercatat tiga kecelakaan fatal yang dialami pesawat baru milik TNI AU. Dua pesawat aerobatik KT-1B Wong Bee bersenggolan dan jatuh di Langkawi, Malaysia (15 Maret ’15). Pilot kedua pesawat selamat menggunakan kursi lontar.  Pesawat latih lanjut Golden Eagle T50i jatuh di Jogjakarta (20 Des. ’15) menewaskan pilot dan kopilotnya, sedangkan pesawat pembom taktis Super Tucano nyungsep di permukiman di tengah kota Malang (20 Feb. ‘16) menewaskan pilot dan teknisinya.

Faktor manusia

Faktor manusia, terutama awak pesawat, petugas maintenance  dan menara pengawas (ATC) merupakan faktor penentu keamanan penerbangan selain kondisi cuaca dan alam yang ekstrim serta penyebab teknis lainnya.

Koordinasi antara TNI AU dengan Mabes ABRI dan Kementerian Pertahanan terkait pengadaan alutsista juga perlu dilakukan untuk menghindari kericuhan yang terjadi pada rencana pembelian Heli AgustaWestland  AW 101 pada akhir 2016.

TNI AU “ngotot” ingin membeli heli AW 101 buatan patungan Inggeris dan Itali tersebut, padahal Presiden Jokowi sudah dua kali menolaknya dengan alasan heli kepresidenan yang ada (Super Pemua SA 332) masih layak dioperasikan.

Menhan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga telah menyurati pimpinan TNI AU untuk membatalkan rencana itu mengingat sesuai dengan UU Industri Pertahanan, impor alutsista dilarang untuk produk yang sudah bisa dibuat di dalam negeri.

Transaksi pembelian AW 101 akhirnya dibatalkan setelah heboh di media yang memuat tayangan foto heli yang sudah menggunakan logo TNI AU sedang ujicoba terbang di Inggeris.

Skandal terkait proyek alutsista terkuak baru-baru ini. Brigjen Teddy Hernayadi divonis hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Tinggi Militer karena terbukti menilap  dana proyek hibah pengadaan skadron pesawat tempur F-16 sebesar 12,4 juta dolar As (sekitar Rp167,5 milyar).

Pembenahan tubuh TNI AU yang dijanjikan Hadi, mulai dari pengadaan barang, latihan dan jalur komando dari komandan sampai ke kesatuan di lini paling  bawah.

Program prioritas lainnya yang akan dilakukan oleh KSAU baru adalah “zero accident” atau nir kecelakaan di lingkungan kerja TNI AU.

Melalui pembenahan manajemen, Hadi berharap, seluruh armada pesawat TNI AU menjalani perawatan secara berkala sehingga dengan demikian kecelakaan dapat dihindari.

Semoga pembenahan dan transparansi yang dijanjikan KSAU baru terwujud.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement