Tenda Pengungsi Gempa Lombok Penuh, Warga Masih Butuh Terpal

Ilustrasi

LOMBOK – Para pengungsi  di Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat mengeluh tidak bisa tidur di malam hari karena tenda pengungsian penuh, sehingga mereka masih membutuhkan terpal.

Kasi Trantib Kecamatan Batulayar, Herman Rogo, menyebutkan, ketiadaan terpal dan air bersih membuat masyarakat yang tinggal di posko-posko pengungsian mengeluh.

Sebab, tidak adanya atau minimnya terpal mereka akhirnya tidak bisa tidur. Karena, pada malam hari cuacanya begitu dingin. “Makanya kalau ada tambahan terpal kita minta segera agar bisa di droping ke Lombok Utara,” tandasnya.

Dikatakannya, dari 9 desa di Kecamatan Batu Layar, yang terdampak bencana gempa bumi 7 Skala Richter yang terjadi pada Minggu (5/8/2018) malam, ada empat desa yang paling parah mengalami kerusakan, seperti Desa Senggigi, Senteluk, Batu Layar Induk dan Batu Layar Barat.

Sementara, jumlah warga yang terdampak dan kini harus tinggal di tenda-tenda pengungsian 8 ribu orang lebih.

“Rata semua bangunan hampir 60 persen rusak parah. Kalau Senggigi 75 persen rusak, meski di luar kokoh tapi kalau di dalam hancur,” ujar Herman Rogo, dikutip Antara.

`

Advertisement