KAIRO, KBKNews.id — Perkembangan terbaru datang dari gerakan Global Sumud Flotilla yang melakukan upaya konvoi darat. Para aktivis tengah bersiap melakukan perjalanan kemanusiaan dari Libya menuju Rafah.
Suasana di dalam perkemahan para aktivis dilaporkan tetap kondusif meskipun sejumlah personel militer telah memasuki area tersebut, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan laporan langsung dari lapangan, puluhan tentara dari wilayah Libya Timur kini sudah berada dan berjaga di dalam wilayah perkemahan aktivis. Kendati kehadiran militer kerap memicu ketegangan, para aktivis di lokasi mengonfirmasi bahwa pihak keamanan bersikap sangat baik dan sama sekali tidak melakukan tindakan represif.
“Mereka berjaga dengan tertib. Fokus utama mereka adalah memastikan keamanan para peserta konvoi serta ikut memeriksa dan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar camp,” ujar salah satu delegasi Imam Alfaruq.
Para aktivis sebelumnya akan mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Rafah. Sebanyak enam orang asal Indonesia bergabung dengan konvoi darat ini.
Sementara itu, laporan terakhir dari Global Sumud Flotilla via darat, terdalat tujuh warga negara Indonesia yang diculik tentara Israel. Kondisi mereka masih belum diketahui.




