Terbang Bebas di Udara, Tim DMC DD Kibarkan Bendera Palestina dan Indonesia dengan Paralayang

BOGOR – Dompet Dhuafa terbang bebas di udara mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih dan bendera Negara Palestina berdampingan di langit Puncak, Bogor, pada Jumat (11/10/2024).

Inisiasi ini untuk pertama kalinya dilakukan oleh Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggunakan paralayang sebagai simbol kebebasan, solidaritas, serta upaya terus lantangkan suara untuk Palestina.

Pada aksi spektakuler yang mencuri perhatian ini, tujuh orang personil dan relawan DMC Dompet Dhuafa berhasil terbang memukau dari ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Selama sepuluh menit mereka mengudara sambil mengibarkan dengan gagah bendera Negara Indonesia bersanding bendera Negara Palestina, serta kain bertuliskan #JanganLupakanPalestina. Ratusan pasang mata pun menjadi saksi aksi ini.

“Sepuluh menit terbang terasa singkat, padahal persiapannya cukup lama dan menyesuaikan dengan alam. Namun, pesan yang ingin kami sampaikan sangatlah mendalam. Melalui aksi ini, kami ingin mengingatkan bahwa genosida di Negara Palestina belum berakhir dan saudara-saudara kita masih membutuhkan dukungan,” ucap Kamelia, srikandi DMC Dompet Dhuafa, dalam pengalaman pertamanya terbang dengan paralayang.

Paralayang dipilih sebagai media untuk menggaungkan pesan damai dan mendukung perjuangan warga Negara Palestina. Dengan terbang bebas di angkasa, Dompet Dhuafa ingin menunjukkan semangat kebebasan yang sama dengan cita warga Negara Palestina yang terpenjara di negeri sendiri.

Aksi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan genosida yang terjadi di Negara Palestina dan pentingnya dukungan internasional.

“Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian Dompet Dhuafa terhadap saudara-saudara kita di Negara Palestina. Kami berharap melalui aksi ini, suara warga Negara Palestina semakin didengar oleh dunia internasional. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan melangitkan doa untuk Negara Palestina,” ujar Salah satu tim DMC, Taqi Falsafati.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here