Tim Medis Israel Biarkan Warga Palestina Terluka Selama 2 Jam

Penembakan disengaja terhadap warga Palestina yang demo. Foto: Ist

YERUSALEM (KBK) – Kelompok Hak Azazi Manusia Israel menyatakan, ada bukti bahwa kru ambulans Israel tidak melakukan pengobatan segera terhadap warga Palestina yang terluka selama gelombang serangan enam bulan terakhir.

Organisasi Dokter untuk Hak Asasi Manusia di Israel, yang merupakan kelompok pengawas medis menemukan, bahwa warga Palestina yang terluka cenderung dibiarkan selama dua jam sebelum diobati.

Dalam beberapa kasus, tim medis cenderung memmbiarkan luka mengeluarkan darah sebagai balas dendam, dengan harapan bahwa mereka akan mati karena luka-luka mereka.

Dilaporkan Al Jazeera, secara paralel, kata kelompok itu, tentara Israel secara teratur melarang kru medis Palestina di wilayah pendudukan untuk membantu warga palestina yang terluka.

Advertisement