Terkait Penembakan Orlando, Obama Tantang Kongres untuk Kembalikan Larangan Senjata

Presiden AS Barack Obama . Foto:Al Jazeera

AMERIKA – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Selasa (14/6/2016) menantang Kongres yang dikuasai Partai Republik untuk mengembalikan larangan kepemilikan senjata serbu oleh masyarakat sipil, berkaca dari penembakan paling mematikan dalam sejarah AS di Orlando, Florida.

Setidaknya 49 orang tewas dan 53 lainnya luka-luka, termasuk seorang polisi, Ahad pagi (12/6/2016) dalam aksi penembakan di sebuah klub malam LGBT di Orlando, Florida.

Pria bersenjata, teridentifikasi oleh pihak berwenang sebagai Omar Mateen penduduk Port St Lucie, Florida. Ia  menggunakan senapan AR-15 dan pistol dalam penyerangan itu. Kedua senjata tersebut dibeli secara legal.

“Pulihkan larangan senjata serbu, itu akan membuat lebih sulit bagi teroris menggunakan senjata untuk membunuh,” kata Obama pada konferensi pers, Obama juga memperingatkan bahwa tanpa larangan tersebut, penembakan mematikan itu akan terus terjadi. ”

Seperti dikutip dari Xinhua, larangan penggunaan senjata api semi-otomatis oleh sipil sudah pernah diterapkan tahun 1994. Namun, larangan itu dicabut tahun 2004, Kongres AS menolak untuk memperbarui larangan itu.

Advertisement