ANKARA- Pemerintah Turki, kemarin (25/4) mengklaim sudah mendeportasi lebih 3.500 warga asing yang terkait dengan kelompok ISIS.
Pemerintah Turki juga menyatakan telah memasukkan 41.000 nama warga asing dalam daftar teroris sehingga mereka ini dilarang masuk ke Turki.
Seperti dilansir Anadolu Agency, semua upaya tersebut diambil Turki sebagai bagian dari upaya Istanbul untuk memerangi ISIS.
“Kami melarang puluhan ribu warga asing yang terkait dengan ISIS dan kelompok ekstremis lainnya untuk memasuki wilayah kami. Langkh ini dalam rangka memerangi kelompok ekstremis,” ujar Ibrahim Kalin, jubir Presiden Recep Tayyip Erdogan, Senin (25/4)
Ibrahim juga mengatakan, dalam upayanya mencegah militan ISIS masuk ke Turki, pihaknya juga melakukan wawancara terhadap 9.500 warga asing yang tiba di sejumlah bandara di Turki.
Dari ke-9.5000 orang tersebut, sebanyak 2.000 orang terkait dengan kelompok ekstremis yang membuat mereka ditolak masuk ke Turki.
Tak hanya itu, dalam sebuah operasi di sejumlah kawasan di Turki, pihaknya juga telah berhasil menangkap 2.770 terduga teroris, termasuk warga lokal dan asing.
“Dari 2.770 orang tersebut, ada 1.232 warga asing yang berhasil kami tangkap. 954 orang sudah divonis dan dipenjara, sisanya masih menunggu untuk diproses di pengadilan,” ujar Ibrahim yang tak memberikan keterangan lebih rinci soal dari mana saja asal para terduga teroris tersebut.
Ibrahim juga tak memberikan keterangan terperinci ke negara mana saja ribuan warga asing itu dideportasi.





