Terlahir Kurang Sempurna, Darmilah: Semua Tidak Dinilai dari Fisik, Tapi dari Iman dan Taqwa

Detik-detik saat petugas menyelamatkan Menkopolhukam Wiranto yang tiba-tiba ditusuk SA, anggota JAD saat baru turun dari kendaran menuju helipad di alun-alun Menes, Pandeglang, Kamis (12/10) siang.

BOGOR –  Salah satu penerima manfaat program Disabilitas Mandiri,  Darmilah (46), yang tinggal di Kampung Babakan, Desa Tari Kolot, Citeureup, Bogor, mengaku harus tetap berani berusaha meski dia cacat.

Darmilah terlahir dengan kondisi salah satu kaki yang kurang sempurna. Namun kondisi tersebut tidak melemahkan semangatnya untuk tampil cantik dengan berdagang aneka mainan dan sembako.

“Sewaktu kecil sih suka minder. Tapi sekarang alhamdulillah sudah tidak lagi seperti itu. Kenapa saya tidak lagi minder? Karena semua hal itu tidak dinilai dari cacatnya. Semua itu dinilai dari takwa dan iman kita,” tambah Darmilah.

Dia menegaskan meski dalam keadaan cacat, dia harus tetap berani, ”Pokoknya, walau keadaan kita cacat. Kita harus berani seperti yang lain. Jangan merasa minder, jangan merasa malu dengan kecacatan”.

Darmilah merupakan salah satu penerima manfaat Disabilitas Mandiri dari  Sariayu bersama Dompet Dhuafa, yang memberdayakan beberapa perempuan difabel dengan memberi bantuan berupa modal usaha.

“Jadi bantuan ini hasil akumulasi penjualan produk shampoo hijab dan facial foam putih langsat. Setiap pembelian satu produk, sebanyak Rp.1.000-nya akan didonasikan,” ujar Sabtya Sukma, selaku Brand Manager Sariayu, di sela penyerahan donasi pada (9/10/2019).

Donasi tersebut merupakan salah satu kampanye kebaikan di Bulan Suci Ramadhan yang digencarkan oleh Sariayu Martha Tilaar melalui program Fearless Hijab.

“Lewat program tersebut, kita ingin mengangkat bahwa setiap orang itu punya kecantikan masing-masing dan tidak harus ditunjukkan secara fisik. Bisa melalui prestasi atau sikapnya, dan lain-lain,” tambah Sabtya, dilaporkan Fajar dari redaksi Dompet Dhuafa.

 

Advertisement