ACEH – Zakiah, penderita DBD meninggal karena terlambat dibawa ke dokter.
Hal itu dikatakan Kepala Puksesmas Nibong, Nuruzzahri, menjelaskan sebab meninggalnya Zakiah warga Nibong, Kamis (29/12/2016).
Diungkap Nuruzzahri, seharusnya ketika sudah terkena DBD harus segera dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan medis. Kanyataannya tidak demikian, pasien dibawa setelah parah.
“Setelah mendapat informasi itu, kami turun ke lokasi untuk memberikan penyuluhan kepada warga agar membersihkan lingkungan, apalagi sedang musim hujan. Sebab bila air tergenang, nyamuk itu bisa berkembang biak. Kita juga sudah memfogging (pengasapan-red), dan dalam waktu dekat juga akan mengadakan gotong royong,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan pendataan petugasnya, hanya sembilan warga yang terkena DBD di Nibong dan semua sudah pulang ke rumah.
“DBD itu harus dicegah bersama-sama, jadi warga juga harus menjaga lingkungan, karena fogging saja tidak cukup, jika warga tak menjaga lingkungan,” demikian Nuruzzahri seperti dikutip KBK dari Tribun.





