Teror di Jalan Tol

Mobil G8696 ZE yang dikendarai korban Saeful Mazazi dan batu yang ditimpukkan dari JPO di ruas tol Jatiwaringin (5/6) lalu.

DUKA mendalam tentu dirasakan keluarga alm. Saeful Mazazi (43) terutama isteri dan anak-anaknya yang ditinggalkan karena ia mendadak meregang nyawa di tengah riangnya suasana bathin dalam perjalanan mudik untuk menemui orang tua dan kerabat di kampung halaman mereka di Tegal.

Saeful yang mengadu nasib usaha warung pecel lele di Padang, Sumatera Barat, tewas beberapa saat setelah ditimpuk dengan batu sebesar bola sepak oleh orang tidak dikenal dari atas jembatan penyeberangan orang (JPO) di KM 6,3 ruas tol Jakarta – Cikampek di Kel. Jatiwaringin, Kec. Pondok Gede, Bekasi, Selasa (5/6) sekitar pukul 04.00 dini hari.

Menurut pengakuan isterinya, Siksi Meyrina kepada TV salah satu swasta, saat kendaraan melaju dengan kecepatan sedang, tiba-tiba ada benda jatuh di kaca depan sebelah kanan sehingga mengenai rahang dan dada korban.

“Mobil oleng, sehingga saya yang duduk di samping berusaha membantu suami saya menepikan kendaraan, “ tuturnya tentang kejadian naas tersebut. Siksi kemudian melompat keluar dari kaca pintu samping dan berusaha meminta bantuan pengendara lain, namun tidak ada yang menghentikan laju kendaraan mereka.

Suaminya kemudian kehilangan kesadaran dan menghembuskan nafas tidak lama setelah itu dan baru petugas derek dan ambulan tiba, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Berdasarkan penuturan dari pihak Jasa Marga, selain Saeful yang mengendarai Toyota Calya bernomor polisi G 869 ZP, pada saat hampir bersamaan, ada mobil lainnya yang juga terkena lemparan batu lebih dulu yakni Avanza B 1056 ERF yang pecah kaca depannya, namun masih beruntung, pengemudinya selamat.

Vice Presiden Divisi Manajemen Operasi Jasa Marga Bagus Cahya AB mengemukakan, pihaknya mengirimkan karangan bunga ke rumah keluarga almarhum di Tegal dan juga memberikan santunan ala kadarnya. Ke depannya, ia berjanji akan meningkatkan keamanan bagi pengendara di ruas jalan tol a.l. dengan memasang CCTV di seluruh jembatan penyeberangan orang (JPO).

“Jasa Marga harus bertanggung jawab, tidak cukup dengan memberikan santunan sekadarnya. Masalahnya menyangkut nyawa orang yang menjadi tulang punggung keluarga, ” kata Ketua Pimpinan Harian Yayasan Lembaga Konsumen Tulus Abadi.

Ia mengemukakan, ruas jalan tol seharusnya bebas dari intervensi pihak mana pun selain petugas yang diberi wewenang dan ke depannya keamanan bagi pengguna jalan tol harus diperbaiki, juga akar persoalan serta tentu saja pelaku dari kejadian tersebut haus diusut.

Menurut Tulus, mungkin saja ada warga di sekitar jalan tol yang merasa kesal karena tanahnya tergusur akibat pembangunan jalan tersebut sehingga terpisah dengan kerabat atau komunitasnya di kawasan seberang jalan atau kesal jika menyebarang karena lokasi JPO yang berjauhan.

“Walau tentu, tidak ada alasan untuk membenarkan aksi pelemparan tersebut, “ ujarnya.
Menurut pihak Jasa Marga, pelaku pelemparan batu yang diduga mengalami gangguan jiwa sudah berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian.

Jika terbukti mengidap gangguan jiwa, pelakunya bisa bebas dari tuntutan hukum dan mau tidak mau aparat kepolisian harus bekerja lebih keras untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan sehingga kejadian yang menimpa Saiful tidak terulang lagi.

Mekanisme pencegahan untuk mengantisipasi terulangnya pelemparan batu di ruas jalan tol harus dirumuskan misalnya dengan melibatkan dan memberdayakan RT-RW dan pihak kelurahan di lokasi-lokasi sekitar jalan tol serta menggiatkan patroli oleh polisi dan petugas keamanan pengelola jalan tol.

Advertisement