DHAKA – Bangladesh melaporkan penambahan 18 kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Senin (14/8/2023), yang menjadi angka tertinggi kedua dalam periode 24 jam sejak Januari. Dengan demikian, menurut Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan (DGHS) Bangladesh, jumlah korban meninggal akibat penyakit ini tahun ini mencapai 416 orang,
Jumlah kasus DBD di Asia Selatan tersebut sudah mencapai 87.891 sejak Januari. Di tengah lonjakan kasus tersebut, rumah sakit dan klinik di Dhaka, ibu kota Bangladesh, penuh dengan pasien DBD.
Farhana Ahmed, yang mengawasi bangsal DBD di Rumah Sakit dan Institut Anak Bangladesh, mengatakan bahwa kali ini mereka menghadapi tekanan yang lebih besar dibandingkan puncak wabah tahun lalu, dengan jumlah pasien yang dirawat setiap hari semakin banyak.
“Menurut saya, jumlah pasien kali ini akan lebih banyak dibandingkan tahun lalu, dan kami sedang mengalami tren peningkatan,” ujar dokter tersebut.
Dia khawatir tekanan jumlah pasien ini akan berlanjut hingga bulan depan, sambil menekankan prioritas perawatan pasien DBD di semua bangsal, ruangan, dan unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit tersebut.
Jahangir Alam, Direktur Rumah Sakit dan Institut Anak Bangladesh, menjelaskan bahwa mereka melihat perubahan pola dan gejala yang tidak biasa dari kasus DBD kali ini.
“Kita melihat bahwa nyamuk DBD, yaitu nyamuk Aedes, telah mengalami perubahan karakteristik. Kami telah melatih konsultan dan mahasiswa kedokteran sebagai bagian dari berbagai langkah untuk merawat pasien sebaik mungkin,” kata Alam.
“Meskipun biasanya kami dapat memberikan layanan khusus, namun saat pasien datang terlambat dengan kegagalan organ ganda, tidak banyak yang bisa kami lakukan,” tambahnya.
Sebagian besar pasien yang terinfeksi DBD biasanya sembuh, tetapi beberapa juga meninggal dunia. Konsultan di rumah sakit tersebut terlibat dalam penanganan DBD dan bekerja sama untuk memberikan layanan medis yang tepat.
Dari 1 Januari hingga 14 Agustus tahun ini, DGHS melaporkan bahwa sebanyak 78.044 pasien DBD telah pulang setelah menjalani perawatan di berbagai rumah sakit di seluruh negara tersebut.
Sumber: Antara





