spot_img

Tetap Waspada, Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Jateng

CILACAP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah.

Menurut Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk aktivitas monsun Asia.

Aktivitas monsun tersebut berdampak pada peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator, termasuk sekitar Jateng.

Faktor lain yang memengaruhi potensi cuaca ekstrem adalah daerah konvergensi, belokan angin di sekitar Jateng, dan labilitas lokal yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di Jawa Tengah.

“Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jawa Tengah pada 20-21 Februari,” kata Teguh di Cilacap, Selasa (20/2/2024).

Wilayah yang berpotensi terkena dampak cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Kabupaten Semarang, Temanggung, Kabupaten Pekalongan, Salatiga, dan sekitarnya.

Pada 21 Februari, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di beberapa wilayah lain, termasuk Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Surakarta, Sragen, Grobogan, Temanggung, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, dan sekitarnya.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang,” kata Teguh.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles