
MOSKOW – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menyatakan bahwa 26 negara anggotanya meminta Israel menghentikan operasi militer di Rafah. Mereka juga meminta agar ada jeda kemanusiaan guna memfasilitasi pembebasan sandera dan penyediaan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
Pekan lalu, Israel melakukan serangan di kota Rafah, Jalur Gaza selatan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berencana mengambil tindakan besar-besaran. Dia juga memerintahkan kementerian pertahanan untuk mengembangkan rencana evakuasi penduduk sipil dari kota tersebut.
Atas aksi itu, banyak pemimpin internasional mengungkapkan keprihatinannya terhadap rencana serangan tersebut.
Setelah pertemuan Dewan Luar Negeri Uni Eropa, Borrell mengonfirmasi dukungan 26 negara anggota Uni Eropa terhadap pernyataannya sebelumnya.
“(Mereka) mengeluarkan pernyataan baru, yang pada dasarnya sama dengan pernyataan yang saya keluarkan sebelum akhir pekan, tetapi dengan paragraf tambahan, yaitu ‘membutuhkan jeda kemanusiaan segera yang akan mengarah pada gencatan senjata yang berkelanjutan, pembebasan sandera tanpa syarat, dan penyediaan bantuan kemanusiaan,’ kata Borrell, dilansir dari Sputnik.



