JAKARTA, KBKNEWS.id – Iduladha kembali menghadirkan makna kurban sebagai lebih dari sekadar ibadah ritual, melainkan gerakan kolaboratif yang menghubungkan banyak pihak.
Melalui Program Tebar Hewan Kurban (THK), Dompet Dhuafa menghadirkan siklus kebermanfaatan yang menjangkau pekurban, peternak lokal, hingga masyarakat di pelosok negeri.
Semangat kolaborasi terlihat dari aksi grup band The Rain bersama penggemarnya dalam program “Kurban The Rain bersama Fans”, serta kontribusi Nycta Gina. Hewan kurban yang dihimpun disalurkan ke Desa Sambori, Bima, Nusa Tenggara Barat—wilayah terpencil yang dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan”.
Di daerah tersebut, daging merupakan makanan langka, sehingga kehadiran kurban menjadi sumber kebahagiaan sekaligus harapan bagi warga.
Distribusi juga menjangkau Dukuh Kedung Udal, Grobogan, Jawa Tengah, yang sulit diakses.
Tim Dompet Dhuafa harus melewati jalur ekstrem untuk menyalurkan daging kurban. Di sana, pembagian dilakukan dengan konsep ramah lingkungan tanpa plastik, menggunakan besek dan daun jati.
Di sisi hulu, program ini turut memberdayakan peternak seperti Kang Uceng di Sukabumi. Berawal dari enam ekor domba, kini ia mengelola lebih dari 30 ekor dan mendirikan koperasi untuk membantu peternak lain. Bahkan, hasil usahanya digunakan untuk membangun madrasah bagi anak yatim dan duafa.
Melalui THK, kurban tidak berhenti sebagai ibadah sesaat, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mengalirkan manfaat luas dari pemberdayaan ekonomi hingga kebahagiaan masyarakat yang membutuhkan.





