Tiba di Istanbul, GPCI Ajak Masyarakat Terus Suarakan Kemanusiaan untuk Palestina

Aktivis Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Herman Budianto (Foto: M Fida)

ISTANBUL, KBKNews.id – Tim kemanusiaan dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) telah dengan selamat di Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026). Salah satu delegasi, Herman Budianto mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan kemerdekaan Palestina.

Sebelumnya, sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam GPCI sempat diculik oleh Tentara Israel selama beberapa hari bersama aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) dari seluruh dunia. Mereka mengalami penyiksaan fisik dan mental.

“Kehadiran tim asal Indonesia ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan panjang dan dinamis dalam misi perjuangan kemanusiaan serta menyuarakan kemerdekaan bagi bangsa Palestina yang hingga kini masih menghadapi konflik dan tekanan berat,” kata Herman Budianto di Istanbul, Jumat (22/5/2026).

Aktivis Global Sumud Flotilla dari berbagai negara tiba di Istanbul (Foto: Chiki Fawzi)

Rangkaian perjalanan misi kemanusiaan ini ditempuh melalui rute darat yang cukup panjang dan menantang, melintasi sejumlah negara di benua Eropa. Sebelum berkumpul di Turki, tim GPCI harus melewati negara-negara strategis seperti Barcelona (Spanyol), Italia, hingga Yunani. Perjalanan ini menjadi bukti nyata komitmen dan konsistensi dari para relawan Indonesia dalam menggalang solidaritas internasional demi satu tujuan kemanusiaan.

Tercatat ada sebanyak 57 kapal yang ikut serta dalam konvoi laut ini untuk membawa misi bantuan. Kekuatan armada tersebut didukung oleh partisipasi aktif sekitar 500 orang peserta yang datang dari berbagai belahan dunia untuk bersama-sama menunjukkan aksi nyata di lapangan.

Aksi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ini memperlihatkan pemandangan yang menyentuh, karena berhasil menyatukan ratusan individu tanpa memandang sekat perbedaan. Gerakan ini bersifat lintas agama dan melibatkan peserta dengan berbagai macam latar belakang negara serta suku.

Di dalam konvoi tersebut, para relawan dari Indonesia berbaur langsung dengan perwakilan masyarakat dari Eropa hingga Amerika Serikat, menunjukkan bahwa isu kemanusiaan adalah milik bersama.

“Tingginya antusiasme masyarakat dunia dalam konvoi ini mencerminkan kepedulian global yang masif terhadap krisis yang sedang menimpa wilayah Gaza,” ujar Herman.

Berdasarkan laporan tim di lapangan, pergerakan ini diikuti oleh perwakilan dari 70 negara yang berbeda. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa mata dunia kini tertuju pada penderitaan yang dialami warga Gaza akibat isu kelaparan, dugaan genosida, serta penjajahan yang terus berlarut.

Kehadiran gerakan kolektif seperti GPCI dan aliansi internasional lainnya dinilai memiliki peran yang sangat krusial bagi masa depan Palestina.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here