DOKTER cap apapun, selalu menasihatkan pada pasiennya untuk tidur yang cukup dan teratur. Sebab kecukupan tidur itu bisa memulihkan tubuh kita kembali segar, rosa-rosa seperti Mbah Marijan. Maka tak mengherankan ada Cawapres kemampo (setengah muda) yang selalu tidur pukul 21:00. Sebaliknya ada pula kisah raja yang tidak bisa tidur, tapi setelah diberi “resep” oleh blandong (tukang kayu) baru bisa tidur pules. Dan manusia Indonesia paling tidak bisa tidur hari-hari belakangan ini hanyalah Firli Bahuri eks Ketua KPK. Karena sudah dinyatakan sebagai tersangka, namun tak kunjung ditahan oleh Polisi.
Manusia dewasa tidur yang cukup selama 8 jam dalam sehari, remaja 14-17 tahun butuh tidur selama 10 jam, anak berusia 6-13 tahun sebanyak 9-11 jam, bayi usia 2 tahun butuh tidur 10 jam, bayi 12 bulan sebanyak 14 jam, dan bayi baru lahir 17 jam. Inilah tidur paling panjang umat manusia. Tapi beda dengan orang atheis (tak mengenal Tuhan), tidur panjang itu adalah kematian. Faktanya, tak ada orang sudah mati balik kembali ke dunia.
Tak hanya menghilangkan rasa kantuk, mencukupi waktu istirahat dan tidur dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh. Sebaliknya kebiasaan kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Oleh karena itu, mencukupi waktu tidur sangatlah penting dilakukan. Begitu pentingnya tidur, sampai-sampai penderita imsomnia harus minum obat tidur.
Tapi tak bisa tidurnya Firli Bahuri eks Ketua KPK itu lain. Dia selalu membayangkan saatnya nanti masuk penjara. Sekarang memang masih “aman”, karena meski sudah jadi tersangka kasus pemerasan mantan Mentan SYL, Firli Bahuri belum ditahan. Tapi hari-hari nahas itu pasti akan tiba juga. Ironis kan, KPK selama ini memakaikan rompi oranye pada para tersangka, nantinya eks Ketua KPK bakal mengenakan sendiri.
Dalam buku Nyamikan jilid II, yakni bacaan Bahasa Jawa untuk anak Sekolah Rakyat tahun 1950-an, ada dimuat dongeng berjudul Ratu kang ora bisa turu (raja yang tak bisa tidur). Di sana dikisahkan, betapa seorang raja stress karena setiap malam tidak bisa tidur. Sudah minum berbagai ramuan setiap hari, namun di malam hari mata tetap melotot tak bisa dipejamkan. Bahasa ilmiahnya: kancilen!
Setengah frustasi sang raja lalu blusukan ke tengah hutan. Kalau istilah sekarang bisa disebut-sebut niru Jokowi. Di tengah hutan beliaunya mendapatkan seorang blandong, tukang penebang kayu tidur dengan pulesnya sambil memegangi sinso kapak. Paduka raja berhenti dan menunggui sampai blandong itu terjaga. “Kisanak, apa yang menyebabkan kamu bisa tidur pules?” tegur sang raja setelah si blandong terbangun.
Resepnya ternyata, kerja keras dan ketika kecapekan dengan sendirinya akan bisa tidur pules. Sang raja lalu mencoba meneruskan pekerjaan si blandong, tanpa memberi tahu siapa dirinya sebenarnya. Hasilnya memang betul! Begitu sang raja kecapekan, dia tidur dengan sendirinya. Atas “resep”-nya tersebut si blandong menerima sejumlah uang sebagai tanda terima kasih.
Tetapi dalam kultur Jawa, orang yang terlalu banyak tidur justru dianggap tidak baik, sehingga ada tembang Jawa Asmaradana yang lirik awalnya berbunyi, “Aja turu sore kaki, ana dewa nganglang jagad, nyangking bokor kencanane….. Artinya: wahai cucuku, janganlah kamu tidur terlalu sore, ada dewa melanglang buana, sembari menjinjing bejana emas. Isi tembang itu selanjutnya menasihatkan, bejana emas tersebut bermuatan doa penolak bala beserta jatah rejeki bagi orang yang suka berprihatin dengan cara mengurangi tidur dan bersabar.
Bertolak dari nasihat kuno tersebut, jika anak muda bangun tidur pukul 06:00 bahkan lebih, akan disindir orangtuanya dengan kalimat khas, “Rejekimu dithothol pitik (dipatuk ayam). Bagi yang menjalankan syariat Islam hal ini Insya Allah takkan terjadi, sebab pukul 04:00 harus bangun untuk persiapan salat subuh. Kecuali habis subuhan tidur lagi, seperti lagunya Mbah Surip, “Bangun tidur, tidur lagi……..
Bagi orangtua manula (70 tahun ke atas) kebanyakan, bisa tidur 5 jam di malam hari dan 2 jam di siang hari, itu sudahlah bagus. Yang penting selalu teratur; malam pukul 12:00 – 04.00, dan siang hari pukul 14:00 – 16:00. Wartawan senior LKBN Antara almarhum H. Subagijo IN, dia punya kebiasaan tidur pukul 14:00 hingga pukul 16:00. Bila terhalang acara sehingga tak bisa tidur siang, langsung sakit.
Megawati yang diangkat menjadi Ketua Dewan Pengarah BRIN, pernah mau disiapkan ruang kerja khusus senilai Rp 6,1 miliar. Tapi batal dibangun, entah kenapa. Yang jelas Ketum PDIP ini memiliki kebiasaan tidur siang sejak jaman ABG dulu. Bung Karno tahun 1960-an mewajibkan putra-putrinya belajar beksa (joged Jawa) di Istana, pada seniman Sri Mulyono dan Mulwanto (diplomat RI di Manila). Dari putra-putri Bung Karno, hanya Megawati yang jarang ikut karena dia lebih berat pada tidur siangnya.
Demikian juga Gibran Rakabuming yang baru booming, karena jadi Cawapres belum cukup umur. Dia juga punya kebiasaan tidur sejak pukul 21:00. Maka dalam medsos kini beliaunya diolok-olok netizen, “Bagaimana mungkin urus negara, Wapres kok jam 21:00 sudah mancal kemul (tidur). (Cantrik Metaram).





