SIDOARJO – Kematian tiga anak yang terbakar di dalam rumah saat ditinggal ibunya ke masjid membuat sang ayah tak kuasa menahan kesedihan, hingga ia menghapus semua foto anaknya di handphone, karena tak ingin terbayang-bayang terus akan kehadiran anak-anak mereka.
Imam Muslimin (35), sang ayah menatap kosong menceritakan ketiga anaknya, “Anak saya lagi lucu-lucunya. Kalau bekerja selalu ingat mereka buat penyemangat,” kata Imam, Selasa (30/8/2016).
Imam yang saat peristiwa terjadi sedang bekerja di Surabaya menceritakan tak mendapat firasat apa-apa atas kejadian ini. Ia mengaku telah ikhlas terhadap kepergian tiga putranya tersebut.
“Sejak kemarin, foto-foto anak saya sudah saya hapus semua dari hape. Dikenang sambil bersedih pun, tak akan mengembalikan mereka. Ikhlaskan saja,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Suwaluh, Heru Sulthon, menambahkan warga sepakat untuk membantu membangunkan rumah baru kepada keluarga imam. Anggarannya akan diambil dari kas desa serta sumbangan pihak-pihak tertentu. Tak hanya memberikan modal pembangunan, warga pun sepakat akan bersama-sama secara swadaya mengerjakannya.
“Usai peristiwa kemarin, kami sebagai pihak perangkat desa setuju untuk membangun kembali rumah tersebut,” imbuh Heru, dikutip dari Surya Malang.
Sementara, keluarga Imam kini tinggal di Pondok Pesantren (ponpes) Al Islam di Dusun Plumpang, Desa Penambangan, Balongbendo.”Pihak ponpes pun memfasilitasi mereka,” ungkapnya.
Mengenai dugaan titik api telah diungkapkan Kapolres Sidoarjo, AKBP Anwar Nasir, yang meninjau TKP.
“Sementara yang bisa kami sampaikan, kami sudah memeriksa pusat api di area dapur yang diduga berasal dari tungku. Namun, untuk lebih jelasnya masih harus menunggu tim Puslatfor Polda Jatim,” kata Anwar di TKP.
Terkait kematian tiga balita, anak pasangan Ana Istianingsih dan Imam Muslimin, Anwar menyatakan hal tersebut diduga akibat kelalaian orangtua.
Saat kejadian, Ana memasak air dan meninggalkannya dalam keadaan menyala. Ana kemudian pergi keluar rumah dan mengunci ketiga putranya yang sedang tidur. Kembali dari masjid, rumahnya yang terbuat dari anyaman bambu sudah ludes terbakar dan ketiga anaknya meninggal, dua dalam posisi berpelukan dan satu terpisah masih di ruangan yang sama.





