KUNINGAN – 70 kali bencana alam telah melanda wilayah Kuningan, Jawa Barat sejak Januari hingga Maret 2017 dan bencana yang terjadi didominasi banjir dan longsor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin mengatakan puluhan kejadian bencana tersebut menimbulkan kerugian. Tak hanya materi, namun juga korban jiwa. Tercatat ada satu orang warga yang meninggal akibat hanyut di Desa Cipakem, Kecamatan Maleber.
‘’Untuk kerugian materi (akibat 70 kejadian bencana itu) lebih dari Rp 10 miliar,’’ kata Agus, kepada Republika, Rabu (29/3/2017).
Sementara itu bencana terbesar disebutnya adalah banjir bandang yang menerjang tujuh desa di Kecamatan Cibingbin Ahad (22/1/2017) lalu yang mengakibatkan 21 orang warga terluka ringan dan taksiran kerugian materi sekitar Rp 6,2 miliar.
Adapun tujuh desa yang diterjang banjir bandang tersebut, yakni Desa Citenjo, Sindangjawa, Cipondok, Sukaharja, Cibingbin, Dukuhbadag dan Ciangir. Banjir yang disebabkan meluapnya sungai Cijangkelok usai hujan deras itu merendam pemukiman warga dengan ketinggian antara 50–150 sentimeter.
Bencana lainnya yang menimbulkan dampak yang besar juga berupa jalan ambles di Desa Kawah Manuk, Kecamatan Darma, pada Jumat (17/2) lalu. Amblesnya jalan tersebut membuat jalan penghubung Kabupaten Kuningan dengan kabupaten-kabupaten lainnya di Jabar putus total sehingga menyulitkan akses warga setempat.
Hingga kini perbaikan jalan masih terus dilakukan dan ditargetkan selesai pada musim mudik lebaran nanti.
Sementara itu, untuk bencana terakhir terjadi pada Sabtu (26/3/2017) berupa jalan longsor di Desa Parakan, Dusun 4 Buah Jenuk, Kecamatan Maleber. Akibat bencana itu, jalan yang menjadi penghubung Desa Parakan dengan Desa Kutakembaran, Kecamatan Garawangi tersebut sempat tidak bisa dilewati.





