Tiga Minggu Setelah Blokade, Empat Pesawat Bantuan Tiba di Yaman

Seorang gadis Yaman minum air yang dikumpulkan dari sebuah sumur di sebuah desa miskin di pinggiran kota pelabuhan Hudaydah, pada tanggal 23 Juli 2017/ AFP

YAMAN – Empat pesawat yang membawa bantuan  telah mendarat di ibukota Yaman, hampir tiga minggu setelah Arab Saudi memberlakukan blokade total di negara termiskin di dunia Arab.

Pasukan yang membawa bantuan darurat, termasuk vaksin polio dan difteri,  tiba di Sanaa pada hari Sabtu (25/11/2017) dalam upaya untuk meringankan penderitaan jutaan orang Yaman yang terkepung dan membantu mencegah kelaparan massal.

Sebuah koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Yaman Houthi menutup akses darat, laut dan udara ke negara itu pada 6 November.

Iran telah berulang kali menolak tuduhan Saudi bahwa mereka memberikan dukungan finansial dan militer ke Huthi, dan menyalahkan Riyadh atas krisis yang berlarut-larut.

Khaled al-Shaif, direktur bandara internasional Sanaa, mengatakan lebih dari 40 penerbangan bantuan dibatalkan sejak dimulainya pengepungan.

“Bandara internasional Sanaa dilarang menerima pesawat bantuan kemanusiaan selama lebih dari 19 hari, yang menyebabkan lebih dari 500 pekerja bantuan PBB terjebak di sini dan pembatalan lebih dari empat puluh penerbangan bantuan.” ungkapnya,

Jens Laerke, juru bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA), mengatakan bahwa dia mendesak  penerbangan kemanusiaan ke Yaman.

“Kami menekankan pentingnya melanjutkan impor komersial, khususnya pasokan bahan bakar untuk respon kemanusiaan kita,” katanya.

“Kemanusiaan melayani kebutuhan tujuh juta orang yang sangat bergantung pada kita.”

PBB telah mendaftarkan Yaman sebagai krisis kemanusiaan nomor satu di dunia, dengan 17 juta orang membutuhkan makanan, tujuh juta di antaranya menghadapi risiko kelaparan.

Lebih dari 2.000 orang Yaman telah meninggal dalam wabah kolera yang sekarang menyerang hampir satu juta orang.

Perang sipil Yaman telah berkecamuk sejak tahun 2015, ketika Huthi, sebuah kelompok yang sebagian besar terdiri dari minoritas Zaidi Syiah, menyerang Sanaa dan menggulingkan presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Advertisement