Tiga Pekerja Bangunan Bendungan di Kupang Terseret Banjir Bandang

ilustrasi Banjir bandang Pasuruan/ Twitter Sutopo_BNPB

KUPANG – Tiga orang pekerja yang tengah mengerjakan pembangunan bendungan Raknamo, di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas terseret banjir bandang, Senin (30/1/2017).

Kepala Basarnas Kupang, Ketut Gede Ardana, kepada Antara di Kupang mengatakan, tiga pekerja itu tewas terseret banjir ketika sedang beristirahat setelah bekerja.

Ia mengatakan, ketiga korban terseret banjir bandang sekitar 500 meter dari lokasi Bendungan Raknamo. “Tiga pekerja itu masih istirahat dekat bendungan Raknamo. Ketiganya tidak menyadari terjadi banjir bandang akibat hujan dengan intensitas sedang di lokasi bendungan Raknamo,” kata Ketut Gede Ardana.

Ketiga pekerja PT Waskita Karya yang tewas di lokasi bendungan Raknamo itu adalah Moses Masan (28) asal Pati, Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Priyadi (24) asal Ternate, Provinsi Maluku Utara dan Juju (56) warga Garut, Provinsi Jawa Barat.

Ketiganya terseret arus sampai cukup jauh hingga petugas tidak mudah menemukannya, saat hujan deras turun sekitar pukul 13.30 wita.

Ia mengatakan, hingga pukul 16.30 wita tim Basarnas Kupang telah menemukan dua korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal yaitu Rahmat Priyadi (24) dan Juju (56) .

“Dua orang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dan satu korban lagi yakni Moses Masan (28) belum ditemukan dan dalam pencarian tim SAR,”tegasnya.

Sementara itu Wakapolres Kupang Kompol Sriyati mengatakan, pekerja yang terseret banjir itu sebenarnya empat orang, namun satu orang selamat.  “Sedangkan satu korban selamat dan sedang dirawat secara intensif di Rimah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang,” tegasnya.

Advertisement