Tim Investigasi PBB Sebut Saudi Halangi Pengumpulan Bukti Kejahatan Kemanusiaan di Yaman

Ilustrasi serangan Saudi terhadap bus sekolah anak di Yaman

YAMAN – Kepala tim investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk perang Yaman mengatakan  Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) menghalangi pekerjaannya dalam mendokumentasikan bukti “kemungkinan kejahatan perang” yang mereka lakukan selama agresi militer mereka terhadap negara miskin itu.

Berbicara kepada Al Jazeera pada Kamis (4/10/2018), Kamel Jendoubi mengatakan panelnya telah menyajikan daftar pelanggaran hak asasi manusia kepada PBB, menyusul laporan pada bulan Agustus yang menunjuk ke sejumlah besar pelanggaran hukum humaniter internasional dalam perang yang dipimpin Saudi.

Namun Arab Saudi dan sekutunya telah mengkritik kerja panel PBB.

“Saya tidak mengharapkan reaksi keras seperti itu, kami telah melakukan pekerjaan yang profesional, netral dan obyektif,” kata Jendoubi kepada Al Jazeera.

“Yang kami lakukan hanyalah melaporkan berdasarkan dugaan dan tindakan yang kami kumpulkan selama kunjungan kami, dari kesaksian dan laporan. Ini adalah proses normal untuk setiap ahli,” katanya.

Laporan tim penyelidik pada Agustus menyalahkan serangan udara oleh koalisi militer yang dipimpin Saudi sebagai penyebab kematian  korban sipil dalam perang, yang dimulai pada Maret 2015 sebagai upaya untuk menggulingkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan mantan presiden buron Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Laporan Jendoubi juga menyebutkan blokade lama pelabuhan Yaman dan wilayah udara oleh rezim Riyadh dan sekutu-sekutunya sebagai kemungkinan pelanggaran hukum humaniter internasional.

Sekitar 15.000 warga Yaman telah tewas dan ribuan lainnya terluka sejak serangan agresi yang dipimpin Saudi.

Lebih dari 2.200 orang lainnya meninggal karena kolera, dan krisis telah memicu  bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

 

Advertisement