Tim Penyalamat Brasil Temukan Sosok Mayat Korban Bendungan Jebol 

Ilustrasi Bendungan jebol di Brasil, 13 tewas. Foto:Xinhua

RIO DE JANEIRO (KBK) – Petugas penyelamat Brasil, Kamis (26/11/2015), menemukan sosok mayat manusia, korban bendungan penambangan bijih besi yang jebol awal bulan ini. Penemuan itu menambah data korban tewas menjadi 13 orang.

Tubuh korban tak dikenal itu ditemukan di Mariana, sebuah kota di negara bagian Minas Gerais.

Korban tewas diperkirakan akan terus meningkat, karena 11 orang masih dinyatakan hilang, setelah tiga minggu bendungan Tailing Milik Perusahaan Tambang Bijih Besi Samarco, pecah 5 November 2015 lalu. Jebolnya bendungan membuat tanah yang mengandung racun menjadi longsor, dan mengubur sebagian kota.

Perusahaan pertambangan Samarco, dimiliki oleh perusahaan multinasional Brasil Vale dan Anglo-Australia BHP Billiton, bencana ini menjadi musibah tambang terbesar di Brasil lebih dari satu dekade.

Tanah longsor telah menghancurkan kawasan Doce River, meracuni spesies ikan dan mengirimnya ke Atlantik, dan di sana mengancam tempat berkembang biak biota laut seperti penyu dan satwa liar lainnya.

Seperti dilansir Kantor Berita Xinhua, Jumat (27/11/2015), tumpahan bijih besi itu juga mencemari pasokan air masyarakat di sepanjang sungai. Menanggapi ini, perusahaan Samarco telah memasok masyarakat dengan air mineral, meskipun terus menyangkal tumpahan tersebut meracuni lingkungan.

Advertisement