Tim WHO Telusuri Covid-19 di Wuhan

Tim penyelidik WHO tiba di kota Wuhan, Prov. Hubei, China (14/1) untuk menginvestigasi asal mula penyebaran Covis-19 dari kota tersebut pertengahanDesember 2019 yang kemudian menjadi pandemi global.

TIM investigasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) kemungkinan bakal mengalami kesulitan memperoleh akses informasi terkait asal-muasal penyebaran Covid-19 di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China karena ketertutupan negara itu.

“Otoritas China telah menghapus grup medsos online milik warga  (WeChat) , sementara pengawasan dan tindakan intimidasi  dilakukan pemerintah terhadap grup tersebut, “ demikian dilaporkan harian the Daily Mail (27/1).

Sementara kritikus sekaligus anggota grup medsos, Zhang Hai menuturkan, penghapusan platform medsos WeChat oleh  pemerintah 10 hari lalu dilakukan dalam upaya memberangus postingan kritik dan menghindari “temuan-temuan sensitif” oleh tim WHO.

Paltform media WeChat grup tersebut digunakan oleh 80-100 komunitas keluarga di kota Wuhan selama setahun terakhir ini.

“Pemerintah China cemas, warga akan membeberkan fakta yang terjadi  pada tim WHO, “  tutur Zhang (51) yang ayahnya meninggal pada awal-awal merebaknya Covid-19 dari Wuhan, medio Desember 2019.

Menurut Zhang, akibat penghapusan grup WeChat tersebut oleh pihak berwenang di negaranya, membuat grup komunitasnya di WeChat tercerai berai dan kehilangan kontak satu dan lainnya.

Seorang pensiunan yang mengaku  putrinya yang sudah dewasa meninggal karena virus Januari lalu, mengatakan dia dipanggil pihak berwenang pekan lalu dan diperingatkan untuk tidak berbicara dengan media atau dimanfaatkan oleh orang lain.

Seorang warga Wuhan lainnya yang identitasnya disembunyikan menuturkan, rumahnya telah didatangi pihak berwenang  yang  menyerahkan uang santunan belasungkawa sebesar  5.000 yuan (Rp 10,9 juta) atas kehilangan salah satu keluarganya akibat Covid-19.

Semula rencana kunjungan tim WHO ke Wuhan mengalami penundaan karena otoritas negeri tirai bambu itu tak kunjung menerbitkan  visa masuk bagi mereka dengan alasan ayang tidak jelas.

Pembatalan rencana kunjungan tim WHO itu oleh otoritas China dilakukan sesaat menjelang keberangkatan mereka walau pun akhirnya  diizinkan masuk setelah protes dari Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Saat ini tim WHO  yang sudah berada di China sejak 14 Januari lalu masih menjalani karantina seelama 14 hari dan setelah itu baru akan melakukan tugas mereka melakukan investigasi tentang penyebaran Covid-19 di kota pelabuhan itu.

Kelompok WeChat itu dalam postingan mereka menuduh pemerintah provinsi Wuhan dan Hubei membiarkan Covid-19 lepas kendali dengan mencoba menyembunyikan berita penyebarannya ketika pertama kali muncul pada Desember 2019.

Menurut data resmi China, Covid-19 menewaskan sekitar 3.900 warga Wuhan dari total kematian sebanyak 4.636 di seluruh China.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement