Virus Corona Inggeris Menyebar di 50 Negara

Ilustrasi

BADAN Kesehatan Dunia (WHO)) mengungkapkan, varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris kini sudah menyebar ke  50 negara sehingga dikhawatkan memicu gelombang kedua serangan pandemi global tersebut.

“Varian baru SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome – Corona Virus-2) penyebab Covid-19 yang bisa mempengaruhi imunitas korban  terpapar saat ini sudah ‘menyeberang’ ke Jepang dan bisa jadi sudah bermutasi seiring dengan penyebarannya yang meluas.

Laporan mengenai varian baru Covid-19 yang ditemukan di Jepang pada disampaikan oleh WHO pada 9 Januari lalu.

Dilansir AFP Rabu (13/1)), varian baru ditemukan pada dua orang dewasa dan dua anak, keempatnya tiba dari Brazil. Disebutkan pula, varian tersebut memiliki 12 mutasi pada spike (mahkota) protein, termasuk tiga mutasi yang ditemukan pada VOC 202012/01 dan 501Y.V2.

“Transmisi virus yang saat ini berada di level tinggi membuat kita harus siap menghadapi  varian baru lainnya, “ jelas WHO dalam pernyataan tertulisanya baru-baru ini.

Sejak pertama kali dilaporkan pada 14 Desember 2020, varian baru virus corona Inggris, VOC 202012/01, ditemukan di 50 negara, teritori, dan kawasan.

Selain itu, hasil dari pelacakan kontak memaparkan transmisibilitas yang lebih tinggi ketika indeks kasus menunjukkan VOC 202012/01, lalu juga varian Covid-19 di Afrika Selatan yang dikenal sebagai 501Y.V2, pertama dilaporkan pada 18 Desember dan menyebar di 20 negara.

Dalam laporan mingguan, WHO menjelaskan varian 501Y.V2 lebih menular dibanding dari galur awal, berdasarkan investigasi awal dan lanjutan.

“Varian baru virus tersebut tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah, namun dicemaskan sistem layanan kesehatan bakal kewalahan karena penularannya yang cepat,” jelas WHO.

Penyebaran dua virus jenis baru ini kemungkinan dianggap enteng oleh sejumlah negara,  mengingat kemampuan mereka yang berbeda-beda dalam mengurutkan genom sehingga menimbulkan bias.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement