Tinggal di Bukit Kapur, Warga Tuban Pasrah Hadapi Longsor dan Banjir Bandang

Ilustrasi/ Solopos

TUBAN – Tinggal di lereng perbukitan kapur membuat warga Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban harus siap menghadapai bahaya longsor, banjir bandang, dan angin puting beliung yang bisa datang kapan saja.

Dasmi (50), warga setempat menggaku sudah terbiasa dengan bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi setiap tahun.  Ketika terjadi banjir bandang, air yang membawa material batu, kayu, dan lumpur, masuk ke rumahnya.

Meski Pemerintah sudah membangun plengsengan di lereng bukit kapur tersebut untuk menahan material dari gunung agar tidak masuk ke rumah warga saat terjadi banjir bandang,  tetapi beberapa kali plengsengannya juga ambrol diterjang banjir bandang.

Dasmi mengaku sebenarnya ingin pindah ke tempat lain yang lebih aman. Tapi alasan ekonomi membuat ia tetap bertahan tinggal di kawasan itu. Ia mengaku tidak punya biaya untuk pindah ke tempat lain yang lebih aman.

Kini ia  hanya pasrah tinggal di daerah rawan bencana. Ia bersama warga lain berusaha waspada ketika terjadi hujan deras dalam waktu lama. Biasanya hujan deras yang cukup lama akan menyebabkan longsor dan banjir bandang.

“Kalau terjadi banjir bandang maupun longsor, kami lari ke atas sembunyi di gua, di sini banyak gua. Sembunyi di gua malah aman,” katanya, diberitakan Tribun Jatim, Selasa (18/4/2017).

 

Advertisement