Tinggal di Gubuk Pesantren, Aldi Bahagia Dapat Hadiah dari Dompet Dhuafa

BOGOR – Aldi, anak berusia 11 tahun tinggal di pondok pesantren Pahasabi, Desa Barengkong, Kecamatan Jasinga, Bogor karena dia tidak memiliki keluarga.

Seumur hidupnya Aldi belum pernah memandang wajah ayahnya sekalipun. Sosok ayah yang seharusnya ada di sampingnya, meninggalkan Aldi dan sang Ibu tanpa sebab. Keberadaannya pun sulit ditemukan.

Memasuki kelas 1 SD, ia pun harus kehilangan kasih sayang ibu yang mengandung dan melahirkannya. Karena sejak itu sang ibu juga meninggal dunia karena kecelakaan di sungai.

Semenjak ibunya meninggal ia pun tinggal bersama Neneknya. Namun, 6 bulan yang lalu sang Nenek pun meninggal. Lagi-lagi, Aldi harus kehilangan orang tersayang.

Kini dia tinggal di pondok pesantren Pahasabi, Desa Barengkong, Kecamatan Jasinga, Bogor, di sebuah gubuk sederhana, dengan berlantai dan berdinding bambu.

Sehari-hari ia pun tidur tanpa alas dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ia harus menunggu belas kasihan tetangga serta keluarga di pondok tersebut.

Ustad Ajad, adalah salah satu pengurus pondok pesantren dan secara ikhlas merawat Aldi.
Dalam kondisi yang serba kekurangan, Aldi bersyukur masih ada yang mau merawatnya. Ia pun masih bisa menjadi salah satu siswa berprestasi di sekolah karena selalu masuk 10 besar.

“Saya ingin menjadi seorang khiyai, kak. Saya ingin bisa belajar ngaji dan kitab. Pengen doain orang tua dan membanggakan orang tua saya”, cerita Aldi pada tim dompet dhuafa, sebagaimana dikutip dalam laman instagram.

Jumat, 28 Agustus 2020 menjadi hari bahagia bagi Aldi. Matanya berkaca-kaca menahan haru saat tim Dompet Dhuafa mengirimkan paket bantuan sekolah untuknya di bulan Muharam yang dikenal sebagai bulannya anak-anak yatim.

Mungkin dalam benaknya bukan saja hadiah tersebut yang membahagiakannya, tapi perhatian dan kasih sayang kita untuknya yang membuatnya bahagia.

Advertisement