MEDAN – Dompet Dhuafa Waspada mengadakan pelatihan dai bersama KH Wahfiudin Sakkam SE, selaku Dewan Syariah Dompet Dhuafa, Selasa (3/11/2020). Kegiatan ini digelar guna meningkatkan kualitas dakwah para dai.
Dalam pemaparannya Wahfiudin menyampaikan bahwa seorang dai dituntut untuk pandai dalam menghadapi permasalahan umat.
“Sebagai seorang dai, kita memang sudah seharusnya bisa pandai-pandai menghadapi permasalahan umat. Karena, sekarang banyak sekali permasalahan terutama terkait perbedaan memicu perdebatan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengiginkan agar para dai yang mengikuti pelatihan ini bisa menciptakan kenyamanan bagi umat. “Artinya, kita sebagai dai bisa memberikan rasa nyaman dengan berusaha untuk menghindari keributan ketika ada masalah,” ucapnya.
Sementara, Sulaiman, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, menjelaskan bahwa pelatihan ini sengaja digelar untuk meningkatkan kualitas para dai.
“Pelatihan ini memang sengaja kita gelar untuk meningkatkan kualitas para dai kita di berbagai daerah pedalaman,” ujarnya.
Pelatihan ini, kata Sulaiman, juga menghadirkan diskusi dari para dai bersama kiai agar dapat menyampaikan langsung permasalahan yang ada di daerahnya masing-masing. Sulaiman berharap, dari pelatihan yang digelar tersebut dapat memicu kembali semangat para dai untuk terus menebar kebaikan di berbagai daerah masing-masing.
Respons positif datang dari salah seorang peserta, yakni Ali, dai yang berdakwah di Kabupaten Tapanuli Utara. Ia menyambut baik kegiatan pelatihan ini. “Alhamdulillah, kita sambut baik kegiatan pelatihan ini. Karena, memang semestinya diadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas para dai,” ucapnya.
Ali juga menaruh harapannya agar ke depan pelatihannya bisa berlanjut dan berfokus pada satu materi mendalam. “Harapannya ada pelatihan lagi selanjutnya yang materinya lebih fokus ke satu materi. Sehingga, bisa lebih mendalam bahasannya,” katanya.
Terdata, ada sebanyak sepuluh peserta yang berasal dari berbagai daerah yakni Kabupaten Toba samosir, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Deli Serdang. Adapun pelatihan dai ini digelar dengan membahas tiga pokok materi yakni fikih dakwah di daerah pedalaman, fikih syariah, dan fikih thoharoh. Serta, diakhiri sesi diskusi.





