TKW Asal Sukabumi Diduga Jadi Korban Penyiksaan Majikan di Arab Saudi

SUKABUMI – Tenaga kerja wanita (TKW) Nenih Rusmiyati (39 tahun) diduga menjadi korban penyiksaan majikannya di Arab Saudi, namun hingga kini keberadaannya belum terlacak.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi masih melacak keberadaan Harapannya, TKW tersebut bisa segera ditemukan dan dipulangkan ke tanah air.

Sebelumnya, keluarga Nenih mengadukan adanya dugaan penyiksaan dan penyekapan yang dilakukan majikan di Arab Saudi ke Disnakertrans Sukabumi pada Senin (14/8/2017) lalu.

Nenih merupakan warga Kampung Pasir Pogor, RT 09 RW 02, Desa/Kecamatan Cicantayan, Sukabumi. Kasus dugaan penyiksaan terhadap Nenih ini terungkap dari foto viral di media sosial yang memperlihatkan bagian mulut buruh migran tersebut berdarah.

Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar mengatakan pihaknya terus melacak dan telah mendapatkan informasi dari Subdit Kawasan II Perlindungan TKI dan BHI Kementerian Luar Negeri.  Keterangan yang diperoleh kata dia antara lain nomor paspor Nenih adalah AM 170950 dibuat pada 2008-2011.

Selanjutnya, kata Ali, paspor itu telah diperpanjang 2013-2016. Data ini menjadi dasar untuk mencari keberadaan majikannya di Arab Saudi. Selain itu, paspor itu sebagai bahan koordinasi dengan Kantor Imigrasi, dan aparat kepolisian untuk melakukan penanganan.

Adik kandung Nenih, Acun Suryaman (36 tahun) mengatakan, saudaranya tersebut diduga dipukul oleh majikan pada bagian mulutnya hingga berdarah dan giginya patah. Aksi pemukulan ini hanya beberapa saat setelah Nenih mengabarkan ingin pulang ke tanah air sekitar sebulan yang lalu.

Acun menerangkan, selama bekera di Arab Saudi Nenih kesulitan berkomunikasi dengan keluarga di tanah air. ”Majikan melarang bawa handphone, sehingga kalau dari Indonesia menelpon ke sana tidak bisa,” ujarnya, dilansir Republika.

Menurut Acun, keluarga bisa mendapatkan kabar jika Nenih menelpon keluarga di tanah air. Jika ketahuan menelpon maka majikannya akan marah dan memukul.

Advertisement