INDRAMAYU – Keluarga Sarifah (33), tenaga kerja wanita asal Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg, Indramayu berharap dapat menghubungi kembali anaknya yang hilang kontak di Arab Saudi sejak 16 tahun lalu.
Sodikin, ayah Sarifah, mengatakan, sudah sejak lama ia tidak melihat anak perempuannya tersebut. ”Sudah 16 tahun tidak melihat anak saya. Saya tidak pernah bertemu langsung,” katanya.
Sodikin menceritakan, putrinya itu berangkat pada 2002. Sarifah direkrut oleh tetangganya lewat PT Khidmat El Kasab yang beralamat di Jalan Cipinang, Jakarta.
Semenjak berangkat ke luar negeri, Sarifah sangat jarang memberi kabar kepada keluarganya. Selama 16 tahun, ia hanya sekali menyurati keluarganya.
”Setelah enam bulan bekerja, ia menginformasikan bahwa telah bekerja di Jeddah,” ujarnya.
Sodikin mengatakan, selama ini keluarga tidak tinggal diam. Sejumlah upaya pencarian terus dilakukan guna menemukan kejelasan nasib Sarifah. Pihak keluarga sering menanyakan kepada pihak jasa penyalur tenaga kerja.
Sayang, upaya keluarga selalu berbuah nihil. Pihak penyalur tidak pernah memberikan kejelasan terkait dengan keberadaan Sarifah.
”Sudah sering mengadu ke pihak sponsor atau langsung ke PJTKI,” katanya. Bahkan, perjuangannya mencari anaknya dimanfaatkan oleh sejumlah oknum tertentu. Dia pun mesti menanggung kerugian materi.
Sodikin berharap pemerintah bisa turut membantu pencarian putrinya. Dia mengaku, sudah hampir putus asa menemukan keberadaan Sarifah.
”Kami semua sangat berharap bisa berkumpul lagi dengan Sarifah di kampung halaman,” katanya, dikutip PR.





