Dua Artis ‘Unjuk Senyum’ di Indonesia Zakat Summit 2018

Direktur Eksekutif FOZ, Agus Budyanto memandu Talkshow Marsha Chikita Fawzi dan Indah Dewi Pertiwi di Indonesia Zakat Summit 2018, Bandung (20/12/2018). Foto Maifil

BANDUNG – Dua artis tersohor di kalangan millenial Indah Dewi Pertiwi dan Marsha Chikita Fawzi hadir dalam Talkshow di Indonesia Zakat Summit 2018 (IZS-2018) di Hotel Horison Bandung, Kamis (20/12/2018).

Indah Dewi menceritakan proses hijrahnya. Ia yang sebelumnya sering tampil nyentrik dan mengambil peran panggung dengan pakaian terbuka mengambil keputusan berhijab secara mendadak tanpa memberi tahu orang tua dan orang terdekatnya.

“Ketika hidayah itu datang saya tidak berkuasa apa-apa, hati saya bulat untuk berhijab. Walaupun saya sempat khawatir karir saya akan meredup karena sebelumnya saya banyak manggung di kafe-kafe. Tapi saya yakin Allah Maha Penyayang dan tidak akan biarkan terlantar karena saya yang berusaha mendekati-Nya,” kisah Indah.

Pergolakan batin perempuan berusia 27 tahun ini dalam menjemput hidayah cukup membuatnya berat. Namun penuh rasa syukur ia masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk memperbaiki diri.

Menurutnya, tak ada kata terlambat untuk hijrah. Indah Dewi Pertiwi mencoba untuk tetap istiqamah dan amanah setelah memutuskan untuk berhijab. Apalagi ia mendapat kesempatan untuk mendatangi rumah suci Masjid Al Aqsha dan shalat di sana. Di situ ia semakin mantap untuk berada di jalan Allah SWT.

“Aku benar-benar terisak ketika di Palestina. Aku yang sebelumnya penuh bergumul dosa, ternyata Allah mudahkan untukku semua. Aku yang baru hijrah sudah diberikan kesempatan oleh Allah untuk shalat di Masjidil Aqsha di sini aku sadari sepenuhnya Allah Swt itu sangat sayang kepadaku, membuat aku lebih mantap lagi hidup di jalannya. Dan sekarang pun aku sadar kekhawatiran aku tidak mendapat rejeki dengan berhijab juga salah. Justru sekarang Allah Swt gantikan semua peluang karirku dengan yang baik-baik dan membuat batinku tenang karena bisa berkarir sambil beribadah,” terang Indah.

Beda dengan Indah, Marsha Chikita Fawzi yang akrab dipanggil Chiky berhijab setelah mendapat tampolan pengajian ketika ia menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia. Di sana ia mendengar pengajian kalau seorang gadis berdosa maka orang tuanya ikut menanggung dosanya.

“Ngga kebayang bagi saya, bapak saya (Ikang Fawzi) yang humble sederhana dan penyayang, serta ibu saya yang tegas dan sangat sayang pada anaknya kelimpahan dosa dari anaknya yang mengumbar aurat. Saya menggigil merenungkan ceramah itu. Kemudian saya pulang ke Indonesia dan memutuskan berhijab,” kisahnya.

Selanjutnya bukan hanya berhijab yang dia lakukan, tapi Chiki terus mengikuti gejolak jiwanya yang selalu ingin berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama. Ia aktif mengunjungi tempat-tempat marginal terutama sekolah-sekolah yang butuh perhatian. Diawali dengan aktif menjadi relawan Indonesia Mengajar yang digagas Anies Baswedan sampai berkeliling bersama Dompet Dhuafa ke sekolah-sekolah di pedesaan, sekolah literasi dan desa-desa binaan Dompet Dhuafa.

Pengalaman-pengalaman Chiki dalam menjadi relawan dijadikan buku, bahkan Chiki dengan band hindinya mengeluarkan album khusus dan menjual sebanyak 400 keping Compact Disk (CD) melalui medsos yang hasil dari penjualan itu akan disumbangkan 100 persen –bahkan ongkirnya– juga untuk membiayai pendidikan di tempat marginal melalui Dompet Dhuafa.

Hingga sekarang ghirah Chiki dalam menjadi relawan, selalu dia tularkan ke siapa saja, ke artis ke teman-temannya, ke followernya dan bahkan saudaranya sendiri. Ia mengajak kakaknya untuk menjadi relawan mengajar ke desa di pelosok NTT, yang awalnya kakaknya kesal karena tidak diceritakan situasinya. Lama-lamanya kakaknya kecanduan juga menjadi relawan.

Talkshow yang dipandu Direktur Eksekutif Forum Zakat (FOZ) Nasional Agus Budiyanto ini dihadiri ratusan mahasiswa dari Bandung dan Tasikmalaya serta pengurus LAZ se-Indonesia ini berlangsung hangat.

Pada kesempatan itu Indah dan Chiki didaulat untuk meluncurkan buku “Tongkat Estafet Indonesia”, merupakan himpunan kisah-kisah menarik dari program pendidikan LAZ anggota FOZ.

 

Advertisement