
TNI-AL menyertakan pasukan katak dan satuan marinir dalam Latihan Angkatan Laut Multi Nasional “AMAN 2019” di seputar Laut Arab di utara Samudera Hindia, 7 sampai 17 Februari.
Latgab yang bermarkas di Karachi, Pakistan tersebut diikuti personil dari 45 negara dan 21 kapal perang dari sepuluh negara peserta ditambah sejumlah pesawat dan helikopter.
Laut Arab dikenal sebagai jalur sutra maritim dunia yag menghubungkan Samudera Hindia menuju Teluk Persia dan Laut Merah melalui Bab-el-Mandeb di Teluk Aden.
Materi latgab untuk armada mullai dari pengisian bahan bakar di laut, penembakan roket, penembakan sasaran permukaan laut, terbang lintas sampai penghormatan pada tamu-tamu kehormatan yang menyaksikan jalannya latihan dari kapal logistik AL Pakistan, Moawin.
Sedangkan latihan personil berupa operasi lintas udara, penembakan senjata ringan, latihan pelacakan, pertempuran jarak dekat, anti pembajakan dan deteksi tehadap aksi bunuh diri.
Latgab AMAN 2019 bertujuan meningkatkan hubungan dan kerja sama militer antara TNI dengan AL Pakistan serta negara-negara regional dan di luar regional.
Ke- 18 (delapan belas) negara yang ambil bagian dalam AMAN 2019 selain RI, Nigeria, Maldives, France, Mesir, China, Brunei, Australia, Oman, Palestina, Polandia, UAE, Sri Lanka, Thailand, Turki, UK , Jepang dan USA.
Latgab Multinasional AMAN 2019 dibuka oleh Panglima Armada Pakistan, Laksamana Muhammad Amjad Khan Niazi bertempat di Aquatic Club PN Dockyard Karachi, Pakistan, 8 Februari 2019.
Hubungan antara AL RI dan Pakistan cukup erat, bahkan di era Presiden Soekarno pada 1965, TNI-AL mengirimkan sejumlah kapal selam dan Motor Torpedo Boat (MTB) serta satuan marinir saat negara itu berperang dengan India.
Yalesveva Jayamahe, di laut kita Jaya.




