TNI-AU tambah Rafale lagi

Indonesia akan membeli lagi pesawat Rafale buatan Dassault Aviation Perancis untuk menambah 42 pesawat yang sudah dibeli dalam perjanjian kontrak pada 2022 (dokumen: istimewa)

PRESIDEN Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto menandatangani perjanjian awal kerja sama pertahanan di Jakarta, Rabu (28/5) termasuk untuk memesan lagi pesawat tempur Rafale buatan Dassault Aviation Perancis.

Sebelumnya Indonesia membeli 42 unit Rafale dengan nilai 8,1 miliar dollar AS (sekitar Rp132 triliun) yang ditandatangani pada 2022.

Iklan kurang menguntungkan muncul terkait tiga pesawat tempur multi peran generasi 4.5 milik AU India itu yang ditembak jatuh oleh jet tempur AU Pakistan  buatan China J-10C dengan rudal PL-15 dalam pertempuran udara antara keduanya,  7 Mei lalu.

Tidak diperoleh detil mengenai “dog fight” tersebut, misalnya terkait berapa jumlah pesawat-pesawat kedua belah pihak yang terlibat, kecuali India kehilangan tiga Rafale, satu Sukhoi SU-30 buatan Rusia dan 1 MiG-29 Fulcrum eks Uni Soviet.

Belum diketahui pula secara pasti, apakah kejadian itu disebabkan teknologi J-10C lebih mumpuni, termasuk kemampuan manuver, alat penjejak (radar), taktik, dukungan dari darat, keandalan pilot, jangkauan dan persisi rudal rudal PL-15 serta  berbagai faktor teknis lainnya.

Yang jelas, walau sama-sama pesawat tempur generasi 4.5, harga J-10C jauh lebih murah atau sekitar sepertiga harga Raale yakni pada kisaran 40 jutaan dollar AS (setara Rp 652 miliar) tergantung variannya berbanding 135 jutaan dollar AS (setara Rp2,2 triliun).

Saham perusahaan pembuat J-10 C Chengdu Aviatiaon Corp (CAAC, China) sempat melonjak setelah peristiwa itu, sebaliknya saham Dassault Aviation anjlok.

Pertempuran udara itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan India–Pakistan setelah serangan mematikan terhadap 26 turis di Jammu dan Kashmir 22 April lalu.

Hal ini memicu perdebatan soal efektivitas Rafale dalam pertempura nyata, terutama saat berhadapan dengan pesawat tempur yang lebih murah dan efisien.

Tetap paling canggih

Meski demikian, Rafale tetap dianggap sebagai salah satu jet tempur paling canggih di dunia dengan kemampuan bermanuver di atas rata-rata dan dukungan persenjataan mutakhir,

Rafale berawak satu atau dua (tergantung varian ), panjang 15,27 m, lebar sayap 10,9 m, luas sayap (5,34 m2), berat kosong 10.300 kg, kecepatan maks. 1.912 km (1,8 Mach) dan radius tempur 1.850 km. Ada tiga varian Rafale yakni A, B dan C untuk penggunaan tertentu.

Persenjataan a.l : kanon 30 mm, rudal udara ke udara (AA) Mica EM dan IR, Meteor dan Sihir II, rudal udara ke permukaan (AS) MBDA dan AASN, bom berpemandu GBU-12 dan GBU-16 dan GBU-49 Paveway, 30L dan Markus 82, rudal udara ke permukaan (AM) 39 Exocet dan bisa dipasang rudal nuklit.

Sistem avionik: radar Thales RBE2-AA AESA, sistem perang elektronika Thales Spectra dan sistem pencarian dan pelacakan inframerah.

Rafale mulai diproduksi sejak 1986 dan sejauh ini sudah mencapai 300 unit yang digunakan selain Perancis a.l. India, Mesir, Qatar, Yunani dan Indonesia.  (Reuters/Business Insider/kompas.com/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here