Tolak Pemindahan Paksa, Mesir Adakan KTT Bahas Nasib Palestina

Ribuan Palestina di Khan Younis mengungsi/ foto: Anadolu Agency

KAIRO – Mesir menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab darurat untuk membahas situasi Palestina, sebagai respons terhadap usulan pemindahan paksa warga Palestina yang menuai penolakan luas.

KTT ini akan diadakan di Kairo pada 27 Februari, dengan partisipasi negara-negara Arab serta koordinasi dengan Bahrain sebagai Ketua Liga Arab.

Kementerian Luar Negeri Mesir, Minggu (9/2/2025), menyatakan bahwa keputusan penyelenggaraan KTT diambil setelah Mesir mengadakan konsultasi tingkat tinggi dengan negara-negara Arab, termasuk Palestina yang secara khusus meminta pertemuan ini.

Selain itu, Mesir juga berkoordinasi dengan Bahrain, yang saat ini menjabat sebagai Ketua KTT Liga Arab dan Sekretariat Liga Arab.

Langkah ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkan pemindahan warga Palestina dari Gaza ke negara-negara tetangga, termasuk Mesir dan Yordania. Usulan tersebut mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, baik di tingkat regional maupun internasional.

Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Selasa (4/2/2025), Trump mengungkapkan rencana AS untuk mengambil alih kendali Gaza dan membangunnya kembali setelah merelokasi penduduk Palestina.

Sebelumnya, Trump juga pernah mengajukan usulan serupa, namun Mesir dan Yordania secara tegas menolaknya, menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima pemindahan paksa warga Palestina dalam bentuk apa pun

Mesir dan Yordania secara tegas menolak gagasan pemindahan paksa dan menegaskan bahwa hak rakyat Palestina atas tanah mereka harus dihormati.

KTT ini diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk menghadapi tantangan yang dihadapi Palestina dan menjaga stabilitas di kawasan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here