LONDON – Human Rights Watch menyerukan semua penjualan senjata ke Arab Saudi dihentikan setelah tragedi pemboman sebuah bus sekolah di Yaman bulan lalu yang menewaskan 51 orang, termasuk 40 anak.
HRW juga mengatakan serangan itu “jelas merupakan kejahatan perang.”
Koalisi itu, yang mendapat dukungan AS, telah memerangi para pemberontak Houthi sejak bulan Maret 2015. Koalisi itu mendukung pemerintahan Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui internasional dan berusaha memulihkan kekuasaannya.
VOA melansir, laporan HRW itu muncul pada Minggu (2/9/2018), sehari setelah koalisi itu mengatakan telah menerima kesimpulan dari badan penyidik bahwa terdapat “kesalahan” dalam serangan itu, termasuk gagal berupaya mengurangi dampaknya.
Koalisi Arab telah berjanji untuk “mengambil segala langkah hukum untuk mengadili mereka yang terbukti melakukan kesalahan” setelah menerima laporannyha secara resmi. Koalisi itu juga berjanji untuk berkoordinasi dengan pemerintah Yaman untuk memberi ganti rugi kepada warga sipil.





