JAKARTA, KBKNEWS.id – Tiga jet tempur F-15 milik Amerika Serikat ditembak jatuh di wilayah udara Kuwait dalam insiden yang disebut sebagai “friendly fire” atau salah tembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait.
Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi kejadian tersebut pada Senin waktu setempat.
Menurut pejabat militer AS, ketiga pesawat sedang menjalankan misi dukungan dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran ketika secara keliru ditembak oleh pertahanan udara Kuwait.
Seluruh enam awak pesawat berhasil melontarkan diri sebelum pesawat jatuh dan telah ditemukan dalam kondisi selamat. Penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan.
Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran yang terus memanas. Pada hari yang sama, Centcom juga mengumumkan kematian seorang anggota militer AS yang sebelumnya terluka dalam serangan balasan awal Iran dan akhirnya meninggal akibat luka-lukanya.
Sebelumnya, tiga tentara AS dilaporkan tewas dan lima lainnya mengalami luka serius akibat serangan Iran.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa risiko korban jiwa merupakan bagian dari perang, namun menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut. Ia menyebut serangan terhadap Iran sebagai “kesempatan terakhir dan terbaik” untuk menghilangkan ancaman yang dianggap membahayakan Amerika Serikat.





