Tragedi Tahun Baru di Jerman: 5 Tewas, Ratusan Ditangkap akibat Insiden Kembang Api

Ilustrasi. (Ist)

BERLIN – Jerman menyambut Tahun Baru dengan duka dan kontroversi, setelah lima orang tewas akibat insiden terkait kembang api, serta ratusan orang ditangkap di berbagai wilayah.

Sebagaimana dilaporkan oleh program Tagesschau dari lembaga siaran publik ARD, Rabu (1/1/2025), lima korban tewas akibat ledakan atau kesalahan penggunaan kembang api, termasuk petasan rakitan, yang diperoleh secara ilegal atau digunakan secara tidak tepat.

Rumah sakit di Jerman mencatat peningkatan kasus cedera akibat kembang api, termasuk luka bakar, cedera pada wajah dan tangan, serta gangguan pendengaran.

Di Berlin, polisi menangkap setidaknya 390 orang atas berbagai pelanggaran selama perayaan Tahun Baru. Selain itu, 15 polisi dan seorang petugas pemadam kebakaran mengalami luka-luka, menurut laporan kantor berita Jerman dpa, mengutip pernyataan Senator Dalam Negeri Berlin, Iris Spranger.

Aksi kekerasan juga mewarnai beberapa wilayah di Jerman. Di Leipzig, para pelaku membakar tempat sampah, membuat barikade, dan melemparkan kembang api serta botol ke arah polisi. Insiden serupa terjadi di Cologne, di mana dua petugas terluka akibat petasan, serta di Hamburg.

Di Bonn, sekelompok remaja meluncurkan roket Tahun Baru ke arah seorang tunawisma yang sedang tidur, menyebabkan korban syok. Mereka bahkan merekam tindakan tersebut menggunakan ponsel.

Berbagai insiden ini memicu kekhawatiran terkait keamanan penggunaan kembang api secara pribadi. Kepolisian, pemadam kebakaran, dan Asosiasi Medis Jerman mendesak pembatasan atau pelarangan penjualan kembang api untuk perayaan Tahun Baru.

Ketua serikat polisi, Jochen Kopelke, menyerukan langkah tegas atas kejadian ini.

“Kembang api dimaksudkan untuk diluncurkan ke langit, bukan ke jalanan,” katanya.

“Terlalu banyak korban tewas, terlalu banyak korban luka, terlalu banyak polisi yang dikerahkan,” imbuhnya.

Presiden Asosiasi Medis Jerman, Klaus Reinhardt, juga mengusulkan reformasi, termasuk pelarangan penggunaan kembang api secara pribadi.

Ia menyatakan bahwa jika politisi tetap pasif, mereka turut bertanggung jawab atas ribuan cedera akibat insiden kembang api yang terus terjadi setiap tahun.

https://m.antaranews.com/berita/4560490/tahun-baru-di-jerman-diwarnai-tragedi-kembang-api-kekerasan-dan-seruan-reformasi?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_category

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here