JAKARTA – Tatapan matanya kosong. Ketika ditanya orang Mbah Roh (75) hanya bisa menggelengkan kepala. Dalam kondisi jiwa yang tertekan Mbah Roh hanya bisa pasrah tinggal di gubuk kecil di Bulusan, Sleman, DIY sambil meratapi nasib.
Di gubuk seluas 3 X 4 meter itu segala aktifitas dilakukan Mbah Roh, mulai dari BAB, tidur hingga makan. Di sana tidak ada kasur dan untuk makan pun Mbah Roh hanya bergantung pada pemberian family.
Dilansir dari facebook netizen bernama Feriawan Agung Nugroho, dahuku Mbah Roh merupakan orang yang terpandang. Memiliki pekarangan luas yang ditumbuhi aneka tanaman buah. Ia memiliki 2 anak yang semuanya pria.
Namun setelah kedua putranya merantau ke kota dan keterima bekerja di perusahaan BUMN, mereka tak pernah pulang menemui Mbah Roh. Karena kesepian akhirnya Mbah Roh dekat dengan seorang pria yang menawan hatinya.
“Tapi pria ini pengangguran. Akhirnya Mbah Roh menjual hartanya untuk modal usaha suami barunya ini. Namun setelah itu pria ini justru kabur entah kemana,” tulis Feriawan dalam postingannya.
Menurut tetangga sekitar kondisi Mbah Roh yang kian memprihatinkan sudah terjadi sejak 20 tahun silam dan terus memburuk hingga kini. Bahkan Mbah Roh sudah sulit diajak berkomunikasi.





