Tragis, Kelaparan dan Dehidrasi Tewaskan Ratusan Pengungsi di Nigeria

Pengungsi Nigeria/ Foto: unhcr.org

NIGERIA – Kurangnya pasokan makanan dan minuman selama satu bulan terakhir di Kamp Bama, tempat para pengungsi yang melarikan diri dari militan Boko Haram telah menewaskan sedikitnya 200 orang.

Suasana menyedihkan terus terjadi setiap harinya di Kamp Bama yang menampung hampir 24.000 pengungsi.
Menurut catatan dari lembaga amal Prancis, kekurangan makanan dan dehidrasi berkepanjangan selama satu bulan ini telah mengakibatkan 200 orang meninggal dunia secara tragis.

Militer Boko Haram terus menggempur rumah-rumah dan menghancurkan sumur sehingga beberapa sumber mata air hancur dan menimbulkan kekeringan. Suhu udara pun mencapai 40 derajat setiap harinya.

Seperti diberitakan Aljazeera, Kamis (23/6/2016), Dokter di tempat pengungsian mengatakan saat ini ada 16 anak busung lapar yang hampir meninggal dunia. Bahkan, satu dari lima anak yang berjumlah 15.000 menderita kekurangan gizi akut.

“Kami melihat traumatik di wajah pasien kami yang selamat dari sejumlah ancaman kematian, dan mereka harus menyaksikan sendiri bencana ini,” ujar kepala misi Doctors Without Borders di Nigeria, Ghada Hatim.

Dilaporkan, Lembaga amal Prancis tiba melakukan konvoi militer dari Maiduguri dan sampai di Bama pada Selasa (21/6/2016). Perjalanan terhitung berhasil karena sepanjang jalan diwarnai dengan aksi bentrokan yang berkelanjutan di daerah tersebut dan membahayakan siapapun yang melintasinya.

Advertisement