Trump: Dialog Stop Perang Ukraina Capai Kemajuan Penting

Presiden AS Donald Trump mengeklaim, dialog rencana penghentian perang Ukraina yang digelar di Jenewa, Swiss, antara pejabat tinggi AS dan Ukraina alami kemajuan penting, namun belum ada jadwal untuk melibatkan Rusia dalam dialog selanjutnya (Reuters).

PRSIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim, telah dicapai  kemajuan penting dalam penyusunan rencana penghentian perang di Ukraina pada pertemuan di Jenewa, Swiss, Minggu (23/11).

Pertemuan dipimpin Menlu AS Marco Rubio diikuti oleh delegasi tingkat tinggi Ukraina itu, seperti dilansir Reuters,  digelar setelah pihak Ukraina menyampikan kekhawatiran terhadap rencana perdamaian prakarsa  Washington itu memuat konsesi besar bagi Rusia.

Sejumlah isu juga masih perlu dibahas, termasuk peran Aliansi Prtahanan Atlantik Utara (NATO) dan mekanisme jaminan keamanan bagi Ukraina.

Namun Rubio  menegaskan, timnya telah mempersempit isu-isu krusial dalam rencana perdamaian 28 poin yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

“Dan kami telah mencapai hal itu hari ini dengan cara yang sangat substansial,” ujar Rubio dalam konferensi pers di Misi AS di Jenewa.

Sebelumnya, Trump mengkritik Ukraina karena dianggap kurang menunjukkan rasa terima kasih atas upaya Washington selama perang.

Pernyataan itu mendorong pejabat Ukraina menegaskan kembali apresiasi mereka kepada Trump.

Pejabat Eropa kemudian bergabung dalam pembahasan pada Minggu malam setelah menyusun versi modifikasi rencana AS.

Usulan perdamaian versi Eropa mendorong penolakan terhadap pembatasan kekuatan militer Ukraina serta usulan konsesi wilayah, bahkan menginginkan agar  Ukraina dapat memiliki kekuatan militer lebih besar daripada batasan yang dimuat dalam draf rencana AS.

Rencana tersebut juga meminta diskusi pertukaran wilayah dimulai dari garis depan saat ini, bukan dari ketentuan wilayah yang dianggap seolah-olah milik Rusia.

Pada Jumat sebelumnya, Trump mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memiliki waktu hingga Kamis (27/11) untuk menyetujui rencana AS.

Rencana itu meminta Ukraina menyerahkan wilayah, menerima pembatasan kekuatan militernya, dan menanggalkan ambisi menjadi anggota NATO.

Bagi banyak warga Ukraina, termasuk para prajurit di garis depan, persyaratan tersebut dinilai setara dengan bentuk kapitulasi setelah hampir empat tahun perang, konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Trump sempat menegaskan bahwa proposalnya yang berisi 28 poin belum menjadi penawaran final. Rubio menyebut AS masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan isu-isu pending atau terunda.

Dia berharap kesepakatan dapat tercapai sebelum Kamis, meski membuka kemungkinan pembahasan berlangsung lebih panjang.

Bahas lawatan Zelenskyy ke AS

Sejumlah pejabat AS dan Ukraina dikabarkan tengah membahas kemungkinan kunjungan Presiden UKraina Volodymyr Zelenskyy ke AS dalam waktu dekat.

Sumber yang mengetahui pembicaraan mengatakan bahwa pembahasan akan menyentuh isu-isu paling sensitif dalam rencana damai, termasuk persoalan wilayah.

Belum ada tanggal yang dikonfirmasi untuk rencana kunjungan tersebut. Isu mengenai asal-usul rencana damai AS juga memicu kontroversi.

Rubio menegaskan melalui X bahwa Washington merupakan penyusun rencana tersebut, setelah muncul komentar sejumlah senator AS yang menyiratkan sebaliknya.

Perang di Ukraina yang diawali invasi Rusia pada 24 Feb. 2022 dipekirakan tak hanya menelan ratusan ribu nyawa tentara kedua belah pihak, tetapi juga warga sipil Ukraina dan kehancuran sarana dan prasarana publik secara masif di Ukraina.

Rusia juga menambah empat wilayah Ukraina berbahasa Rusia yang diklaimnya secara sepihak yakni Luhanks, Donetsk, Zaporizhia dan Kherson, menambah wilayah Krimea yang dianeksasinya pada 2014.

Sejumlah tekanan dn sanksi yang dikenakan oleh negara-negara Barat terutama AS tidak menyurutkan Rusia untuk mundur, bahkan terus menggempur Ukraina, sebaliknya, Ukraina yang didukung aliran persenjataan dari Barat terutama AS makin “PD” menghadapi pasukan Beruang Merah. (Reuters/Kompas.com/ns)

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here