Trump Dilantik, Warga Kristen Masuki Masjid Semangati Umat Muslim

Ilustrasi/ Reuters

LOS ANGELES – Ketika Amerika Serikat melantik Donald trump sebagai  presiden ke-45,  sekelompok orang Kristen progresif  mengunjungi masjid-masjid lokal untuk melangsungkan aksi solidaritas dengan tetangga Muslim mereka dan memberikan semangat.

Sedikitnya tujuh kelompok independen dari umat Kristen dan warga yang peduli lainnya di seluruh California akan bergabung berdoa bagi umat muslim ketika Presiden terpilih Donald Trump disumpah menjadi presiden.

“Sebagai orang beriman, kita pertimbangkan kebebasan beragama bagi semua orang untuk menjadi prioritas,” ujar Rev. Paige Eaves, presiden PCU, mengatakan kepada The Huffington Post.

“Kami khawatir bahwa jika salah satu bentuk agama ditargetkan dalam pengawasan, dan pelanggaran lainnya dari hak-hak sipil, maka penganiayaan yang sama bisa terjadi pada segala bentuk agama.” tambahnya.

Sementara itu pendeta Timotius Murphy, seorang pendeta berbasis di Los Angeles dan anggota PCU mengatakan, “Kami di sini untuk mengingatkan saudara-saudara Muslim dan saudari kita bahwa mereka berada di sini, dan kami mencintai mereka.” ungkapnya.

Diketahui dalam masa kampanyenya Trump pernah mengatakan bahwa ia seorang anti muslim dan akan menurunkan kebijakan pelarangan muslim di Amerika. Bukan hanya muslim di AS saja yang ketakutan kebijakan tersebut benar akan dilakukan, bahkan warga non muslim tidak setuju dengan kebijakan tersebut.

Advertisement