Trump Klaim, Negosiasi dengan Iran Lancar

Presiden AS Donald Trump mengeklaim, proses negosiasi damai dengan Iran berjalan lancar, sebaliknya pihak Iran mengakui, perbedaan keduanya belum terjembatani. (ilustrasi: ANTARA)

JAKARTA – (KBKNEWS) – (3/7) – PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim negosiasi dengan Iran berjalan lancar, dan Ia meyakini Iran telah menyetujui hampir semua tuntutan utama pemerintahnya.

“Kami sedang bernegosiasi. Saya pikir mereka telah menyetujui hampir semua yang kami minta,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan CNBC (2/7).

Trump juga menegaskan kembali bahwa AS tidak berupaya melakukan perubahan rezim di Iran. Dia mengatakan tujuan utama Washington adalah tetap mencegah Teheran mempunyai senjata nuklir.

“Kami tidak menuntut perubahan rezim. Saya mengingikan sesuatu yang sangat sederhana: Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” imbuh Trump.
Trump juga membela tindakan AS baru-baru ini terhadap Iran, dengan menyebutkan negara itu telah “benar-benar dikalahkan secara militer”.

“Kami telah mengalahkan Iran.Mereka benar-benar sudah dikalahkan secara militer, walau masih memiliki sejumlah rudal. Kami juga bisa menghancurkannya, dan saya menyerang mereka tiga kali minggu lalu dengan sangat keras, karena mereka meluncurkan drone ke sebuah kapal,” ujar Trump.

Pekan ini delegasi AS dan Iran telah menyelesaikan putaran negosiasi tidak langsung di Qatar di mana fokus pembahasan terkait Selat Hormuz.

Jubir Kemenlu Qatar mengatakan negosiasi antara wakil AS dan Iran menghasilkan “kemajuan positif” terkait terkait isu Memorandum of Undestanding (MoU) Perdamaian yang ditandatangani di Istana Versailles, Perancis (17/6) dan “berdasarkan hasil” dari KTT di Swiss (21/6).

Senada, Trump mengatakan kedua pihak sedang membuat kemajuan terkait kemungkinan pembatasan program nuklir Iran.

“Denuklirisasi Iran berjalan dengan baik. Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat baik, dan kita akan lihat hasilnya,” kata Trump, dikutip Reuters.

Belum jembatani perbedaan?
Sementara itu, Ketua delegasi negosiasi Iran, Wakil Menlu Kazem Gharibabadi, mengatakan pembicaraan memang sudah selesai, namun kedua belah pihak tidak mengatakan apakah mereka berhasil menjembatani perbedaan.

Pembahasan Selat Hormuz itu sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AS-Iran pada Juni lalu di lokasi yang berbeda, dilakukan tanpa tatap muka.
Dalam MoU tersebut dijelaskan Selat Hormuz akan dibuka untuk kelancaran lalu lintas global, sebaliknya militer AS berhenti memblokade Iran.

Proses perdamaian agaknya sudah”on the track” walau di permukaan tampak bergerak secara dinamis, karena masing-masing pihak juga masih menyisakan “gengsi”, dan berbagai pertimbangan, baik politik di dalam maupun sisi internaional. (CNBC/Reuters/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here