SURIAH – Pemboman bertubi-tubi sepanjang malam dari Senin (19/3/2018) sampai Selasa (20/3/2018) membuat ambulans berjuang untuk mencapai korban-korban luka yang membutuhkan bantuan medis.
Meski demikian, setelah tujuh hari evakuasi medis pada hari Selasa, sekitar 1.800 warga sipil termasuk 375 pasien telah menyeberang ke wilayah yang dikuasai pemerintah, sebagaimana dilansir AFP.
Puluhan ribu penduduk sipil telah melarikan diri dari serangan Ghouta dan perampasan pengepungan yang berlangsung selama lima tahun.
Sementara itu Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad Al-Hussein mengatakan kepada Dewan Keamanan, menuduh rezim Damaskus melakukan “kejahatan perang” di Ghouta Timur.
Hussein juga memperingatkan bencana kemanusiaan lainnya yang berlangsung ratusan kilometer (mil) ke utara di daerah perbatasan Afrin di Suriah.




