Tujuh Warga Sukabumi Meninggal karena DBD

Ilustrasi

SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi mencatat, tujuh orang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) dan dikhawatirkan akan terus bertambah karena instensitas hujan yang tinggi.

“Kami mewaspadai jumlah korban meninggal akibat DBD terus bertambah. Hingga akhir November 2016 ini saja, jumlah warga meninggal telah mencapai tujuh orang. Sedangkan jumlah pasien DBD mencapai lebih dari seribu orang,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Rika Mutiara, Jumat (25/11/2016).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, warga yang meninggal tersebar di lima kecamatan. Kecamatan Cicurug dan Kecamatan Nagrak terdapat masing-masing dua orang warga. Sedangkan warga di Kecamatan Sukaraja, Sukabumi dan Cibadak masing-masing satu orang.

“Dibandingkan setahun sebelumnya, jumlah warga meninggal karena DBD hanya dua orang orang. Begitupun kasus DBD meningkat tajam cukup signifikan hingga mencapai 1.591 kasus. Padahal setahun sebelumnya DBD hanya 696 kasus. Itupun 345 positif DBD dan 351 suspect DBD,” katanya, dikutip dari PR.

Rika mengatakan, merebaknya kasus DBD dari siklus penyebaran yang biasa terjadi sekitar Januari hingga Mei. Rentan lima bulan merupakan endemik dengan jumlah kasus meninggal akibat DBD.

“Karena itu, menjelang pergantian tahun, kewaspadaan perlu ditingkatkan. Terutama mengoptimalkan seluruh medis di kecamatan-kecamatan,” katanya.

Rika mengatakan, tingginya kasus DBD di Kabupaten Sukabumi dikarenakan tahun ini masuk dalam siklus lima tahunan nyamuk. Sehingga, nyamuk DBD sedang banyak-banyaknya. “Kalau dalam ilmu epidemiologi, tahun ini nyamuk lagi booming. Sehingga kasus DBD pun meningkat,” katanya.

Advertisement